Home / All / DREAMS / Wanna Died

Share

DREAMS
DREAMS
Author: celosia purslane

Wanna Died

last update publish date: 2020-10-02 04:15:14
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DREAMS   Wake Up

    Mereka memandanginya. Wajah-wajah simpati dan berusaha ramah. Mungkin mereka sedang menebak-nebak apa isi kepalanya saat ini. Mbak Kiran memandanginya penuh asih, dia pasti sedikit lega melihat Arlena berdiri dan berjalan dengan kedua kakinya. Tidak harus dipapah atau ditarik paksa. Tidak juga mengamuk dan berteriak dan menangis.Pertama kali sejak berbulan-bulan, Arlena terlihat seperti manusia hidup. Pandangannya hidup. Wajahnya masih pucat tapi sudah sedikit segar dengan senyum dipaksakan. Memandangi semua yang berkumpul di ruang keluarga, seolah ingin mengatakan sesuatu. Arlena memang ingin mengatakan sesuatu, tapi baģaimana caranya? Tidak mungkin dia bilang akan mencari seseorang yang dia kenal lewat mimpi. Siapa namanya? Di mana rumahnya? Tidak satu pun petunjuk yang Arlena ketahui. Satu-satunya petunjuk baginya adalah siluet tubuhnya yang memunggungi cakrawala. Mungkinkah dia tinggal di pantai? Dari ribuan pantai di Indonesia, m

  • DREAMS   Tragedy

    Pertemuan demi pertemuan terjadi antara Arlena dan Aryo. Sebisa mungkin Arlena akan menemani setiap perjalanan politik Aryo. Arlena mengamati setiap pergerakan Aryo dan dia merasakan bahwa dia semakin terpikat padanya. Arlena tidak hanya menjadi konsultan iklan Aryo, tapi dia juga sudah ikut berperan dalam menentukan setiap pergerakan kampanyenya.Pada suatu pertemuan makan malam bersama klien, Arlene berkata bahwa Aryo harus menyempatkan diri untuk berjumpa dengan perkumpulan ibu-ibu pengajian. Menurut statistik, penduduk kota dengan jenis kelamin perempuan pada usia pemilih, lebih banyak dibanding prianya. Aryo bisa mengumpulkan poin lebih unggul dalam hal ini. Dengan penampilan Aryo yang kharismatik, muda, dan tampan, tidak sulit baginya untuk menarik simpati kaum perempuan. "Peruntunganmu akan lebih baik jika bisa menarik simpati mereka. Tidak perlu janji-janji akan diberikan sumbangan seragam pengajian atau sumbangan sekian puluh

  • DREAMS   Wanna Died

    Bayangan hitam itu datang. Siluet. Dia tahu itu tubuh laki-laki. Lalu rasa rindu itu membuncah. Meluap. Rasanya ingin segera berlari ke arah bayangan itu dan memeluknya. Jangan pergi! Suaranya tertinggal di tenggorokan. Selebar apapun mulutnya membuka tak ada aliran udara keluar dari sana. Bayangan itu semakin mengecil dan menjauh. Hingga ia berupa titik hitam pada selembar kertas putih.Jangan pergi! Bisikannya hanya berupa kehampaan. Air mata menuruni pipi. Rindu yang menyesak terasa di dada. Sakit. Sungguh sakit rasanya. Tapi ini rasa sakit yang lain. Bukan sakit karena rindu yang tak terpuaskan. Tapi sakit yang lebih sakit lagi. Sakit karena ditinggalkan. Dan itu nyata."Len?" Sebuah suara lembut terdengar di telinganya. Membuat matanya melebar membuka. Dia pun mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya yang terlalu terang. Sudah siangkah? Sudah berganti harikah? Sudah berapa lama dia tertidur? Apakah sudah cukup lama untuk menghilangkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status