Mag-log in
FlashbackHidupku awalnya bahagia seperti perempuan lainnya, tapi semuanya berubah saat orang tuaku memperdebatkan argumennya, kepalaku semakin pusing jika mendengar mereka bertengkar setiap malam karena masalah kecil.Semenjak papa berhenti dari pekerjaannya, mama menjadi lebih sering marah padahal kami tidak kekurangan uang sama sekali, aku tidak mengerti apa yang mereka perdebatkan. Di satu sisi mama mau selalu menang dan papa selalu mengalah agar masalahnya cepat selesai.“Affry!” panggil mama, aku langsung menghampiri mereka lalu duduk di meja makan, mengambil bagianku dan memakannya. Melihat mereka berdua tidak berantam malam ini cukup bagus.“Ke mana kamu akan melanjutkan sekolah?” tanya papa dan aku masih bingung memikirkannya.“Aku ke Cina saja bersama nenek dan kakek,” ucapku dan mama langsung menggeleng menolak permintaanku. “Aku mau hidup mandiri, kalian berdua tetaplah di sini bermanja layaknya masih muda,” jawabku lagi dan
Awal Mula“Bagaimana? Kamu berani membunuhku dengan sangat kejam atau sebaliknya membiarkan suamimu ini lepas!” Aku melihat Chaing He dengan senyum iblisnya, dia berhasil menemukan kelemahan yang selama ini aku simpan rapat.“Aku tidak akan melakukannya, kamu bisa pergi,” ucapku membawa semua pasukan pergi dan meninggalkannya. Kesalahpahaman ini membuat kami terpisah bagai piring yang terpecah-belah.“Affry, awas!” Sentakan badan dan genggaman kuat terasa jelas kalau itu adalah Chaing He. Suara tembakan tadi cukup memekakkan telingaku. “Aku belum mau menjadi duda mati,” ucapnya langsung menjatuhkanku.Aku menginjak kakinya dan memukul perutnya kuat, melihat pasukan Rose berbaris di depan di depan kami. “Aku bosan,” ucapku dan Chaing He tersenyum dan langsung saja mengeluarkan tembaknya.“Siapa yang mengenai paling banyak, akan mendapatkan jatah sesuai keinginannya,” bisiknya dan langsung saja aku menyuruh semua pasukanku untuk mundur dan membiarkan kami