LOGIN21+Anak-anak dilarang mendekat!!!Ara, gadis yang jago bela diri ini harus rela kehormatannya di rebut oleh seorang pria brengsek bernama Bastian. Ia mendatangi Bastian saat pria itu menghubunginya ketika tengah mabuk. walaupun Bastian bertanggung jawab, namun Pria itu belum merasakan cinta sedikitpun pada Ara.perlakuan dingin Bastian pada Ara membuat Ara harus memutuskan takdir hidupnya sendiri.sampai ia menemukan sebuah pengumuman pertandingan di tempat ia biasa latihan karate.di sana, Ara mulai menentukan semuanya. 100 hari menuju hari pertandingan, pertandingan yang akan menentukan hidup dan mati Ara, pertandinga yang akan menentukan nasib pernikahannya dan menentuka masa depan hatinya."Jangan kau pikir karena aku menikahimu, kau bisa bebas padaku. ingat! aku bukan Bastian seperti yang kau pikir..""100 hariku sudah berakhir, Saat kau temukan surat ini, aku harus ucapkan selamat tinggal padamu, pada pernikahan kita dan pada hatiku..."
View MoreAra menatap Babas yang sudah diam sejak dua menit yang lalu. Setelah Babas meminta untuk mereka bicara, mereka duduk di ruang TV dengan posisi duduk yang dipisah oleh meja.Ara memutar matanya jengah. Suara Naima masih setia berteriak di luar dan wanita gila itu selalu menggedor-gedor pintu sejak tadi.Ingin rasanya ia mematahkan lengan Naima dan menyumpalkan ke mulut Naima agar Naima mau diam dan tak berisik serta membuat kegaduhan."Urus dulu kekasihmu.." perintah Ara dingin."Aku tak ada urusan dengannya sekarang, aku ada urusan denganmu..." ucap Babas tenang."Tapi kekasihmu berisik. Jangan sampai aku mematahkan lengannya..""Lakukan saja jika kau ingin." jawab Babas dengan wajah serius.Ara berdiri dari duduknya dan langsung berjalan menuju pintu depan. Sedangkan Babas hanya melihat gerak gerik Ara dari belakang.
Bersulaaaaang!!Teriakan tersebut terdengar memekakkan di dalam sebuah kedai minuman yang ada di tepi pantai. Kedai tersebut terletak di Sebuah resort yang menampilkan pemandangan laut yang bersih dan luas.Tempat mereka semua berlibur sengaja dipilihkan Raka di daerah pantai. Jadi jika penat, bisa berjalan-jalan melihat pemandangan laut. Apalagi matahari saat terbenam."Kalian tahu? Radit itu sangat payah.." ucap Leoni salah seorang rekan tim Ara.Radit itu pacar baru Leoni. Ia mengatakan itu tentang kekasihnya karena Radit sangat culun dan tak bisa apa-apa."Kalau payah kenapa kau pacari?" tanya Ara yang langsung meneguk minumannya.Oh iya, jangan kalian berpikir jika mereka semua mengkonsumsi alkohol. Tidak sama sekali.Jika berkumpul bersama, mereka semua menghindari yang namanya alkohol, berbeda jika mereka sendirian.&n
Dalam kamar yang ada di sebuah apartemen, Naima tengah duduk bermenung di atas ranjangnya. Bagian bawah mata yang hitam, rambut acak-acakan dan tanpa busana. Sungguh Naima nampak seperti wanita yang tengah dipenuhi emosi dan frustasi.Semenjak Babas pergi dari rumahnya semalam, ia sungguh tak tak bisa menghubungi Bastian lagi. Bahkan Naima nyaris depresi karena kehilangan kontak tentang Babas. Ia merasa dunianya hancur.Kenapa Babas jadi nerubah seperti ini.? Bantinnya bertanya."Lihat saja Bas, istri sialan mu itu tak akan bisa hidup tenang." ucap Naima sembari tersenyum menakutkan.Naima kembali meraih botol yang berisi minuman berakohol itu. Selama di luar negeri, Ia sudah biasa menikmati dan meneguk minuman memabukkan terseb
Ara mengangguk lucu sebagai tanda ia mengiyakan apa yang Babas minta. Setelahnya, Babas tak banyak bicara lagi. Pria itu langsung berjalan menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamar.Ara semakin dibuat bingung. Sebenarnya suaminya itu kenapa? Apa ada yang salah dengan suaminya? Kenapa bisa jadi seperti ini? Babas yang mendadak lembut dan tak kasar lagi, apalagi kartu kredit itu..Ara merogok saku celananya dan menatap kembali kartu kredit yang tadi Babas berikan padanya melalui amplop yang tertempel di pintu lemari pendingin.Menatap kartu tersebut lalu menatap pintu kamar Babas secara bergantian, itulah yang Ara lakukan selama beberapa detik sebelum akhirnya ia tersadar dengan tingkah bodohnya.Ara berjalan menuju dapur. Ia meraih c