Mag-log inAxel yang sedang mengambil minum di kulkas melihat Alana sedang duduk di pantry dengan segelas coklat panas. Dan Alex sedang tidur di kamarnya karna tadi kelelahan stelah bermain dari pagi. "Sayang kopernya udah siap?" tanya Axel pada Alana. " Sudah, kita tinggal berangkat aja nanti jam 14.00" jawab Alana. Lalu Axel duduk di samping Alana sambil ngeliatin Alana yang sedang minum coklat. Alana yang ditatap begitu oleh Axel menjadi salah tingkah. "Kamu ngapain si ngeliatin aku?" tanya Alana dengan muka merah. "Enggak,, kamu cantuk banget si" ucap Axel dengan jujur, karna memang Alana tuh cantik apalagi kalo lagi masak. "Emang aku cantik kamu baru tau?" jawab Alana dengan Pd nya. "Iya aku tau," jawab Axel dengan memeluk Alana dari samping. Axel menjadi sangat manja pada Alana sejak mereka merencanakan pernikahan. "Ishh awas sana aku mau mandi" ucap Al
Setelah sampai di rumah Alana yang berada di perumahan Grand Villa, Alana langsung masuk dengan menggandeng tangan Alex. Sedangkan Alex masih bingung kenapa mereka tidak pulang ke rumah biasanya. "Mom ini rumah siapa?" tanya Alex pada Alana. "Ini rumah mommy sayang" jawab Alana sambil membuka pintu masuk rumahnya. "Kenapa kita pulang kesini Mom?" "Karna mommy pengen pulang kesini, dan mommy juga sudah lama tidk menginap disini" jawab Alana memberi pengertian pada Alex, <Biarkan saja aku memberi pelajaran pada Daddy mu sayang, siapa suruh di ajak pulang nggak mau malah ngobrol dengan si putri putri itu> ucap Alana dalam hati dengan dongkol. Lalu mengajak Alex masuk ke kamar yang ada di lantai dua untuk mengganti baju mereka untung saja tadi mampir ke toko baju untuk membeli baju Alex kalau baju Alana sih ada yang di dalam lemari. "Alex ganti baju dulu yukk" u
Setelah sampai di restoran yang mereka tuju, Axel memarkirkan mobilnya dan bergegas keluar membuka kan pintu untuk Alana. "Axell.." panggil Alana. "Kenapa?" tanya Axel pada Alana. " Apa kamu yakin?,, maksudku aku belum siap bertemu dengan orang tuamu Xel." ucap Alana. "Kenapa? Tenang saja mereka baik tidak akan mengigitmu" canda Axel pada Alana. "Tidak apa mom, ada Alex " ucap Alex dengan tawanya. "Baiklah apakah mommy sudah cantik" Tanya Alana pada Axel dan Alex. " SAngat cantik" "sangat cantik" ucap Axel dan Alex bersamaan. "Baiklah ayo masuk"ajak Axel.Mereka berjalan memasuki restoran dengan Axel memeluk pinggang Alana sedangkan Alana menggandeng tangan Alex. "Axel aku takut" ucap Alana setelah keluar dari lift lalu berjalan. "Tenanglah ada aku tidak usah gugup" ucap Axel dengan
Sedangkan dilain tempat Axel yang sedang berada di kantornya berjalan dengan berusaha menahan senyum karna kalau sampai ketahuan karyawan nya sedang senyum-senyum sendiri dia bisa dikira gila. Eitss Axel harus menjaga image dan ketegasan di kantor nya agar karyawan nya tidak semena-mena ( wkwkwk). "Angel tolong panggilkan Dani suruh keruangan saya" perintah Axel pada sekretaris nya. saat melewati meja sekretarisnya. "Baik pak"jawab Angel dengan sopan. "Nanti suruh langsung masuk aja ya" Lalu Axel langsung menjalankan kakinya menuju ruangannya. Untuk melanjutkan pekerjaannya dia tinggal. <Cklekk> Suara pintu yang terbuka membuat Axel menglihkan pandangannya ke arah Pintu. "Kenapa nih pak manggil saya ,saya kan sibuk pak Ganggu aja si" ucap Dani dengan menahan kekesalannya pada bos sekalian temannya dari SMA. "Gue mau minta tolong
Tidak sampai 30 menit akhirnya mereka sampai di sekolah Alex. Setelah menghentikan mobilnya di depan sekolah Alex ,Axel langsung turun menemui Alex yang sedang duduk di depan pos satpam. "Alex."panggil Axel, Alex seketika mendongakkan kepalanya ketika mendengar seseorang memanggilnya. "Daddy ,daddy telat 10menit" ucap Alex kesal karena daddynya telat menjemputnya. "ini pertama kali daddy menjemputku dan terlambat” ucap Alex dengan raut muka yang sedih. "Maafkan daddy" ucap Axel meminta maaf lalu langsung menggendong Alex menuju mobilnya. "Mommy?" ucap Alex kaget setelah sampai didalam mobilnya. "Hayy sayang kamu tidak merindukan Mommy?” tanya Alana dengan senyumannya, dan dibalas pelukan dan ciuman di wajahnya oleh Alex. "Tentuu mom,, Alex sangat merindukan mommy" balas Alex dengan antusias. "Heyy apa kalian melupa
"Hiks.hiks.hiks... mommy." Tangis anak itu sambil memeluk kaki Alana. Alana, hanya diam sambil mencerna apa yang terjadi sambil bingung. "Mom.hiks.hikss."Ucapnya sambil menangis dan berhasil menyadarkan Alana dari kebingungannya. Lalu Alana menggendong nya dan dia bawa ke mobilnya tanpa berbicara."Mommy jangan tinggalin Alex lagi ya mom..hiks" ucap anak itu setelah ada didalam mobil Alana."Tante bukan Mommy kamu sayang." Ucap Alana sambil menyeka air mata bocah itu."Huwaaa.Mommy jahat." tangisnya semakin kencang"Ssstt...iya iya mommy ngga ninggalin Alex lagi." Ucapnya Alana."Janji ya mom jangan tinggalin Alex lagi.” Sambil mmberikan jari kelingkingnya.*****Akhirnya dengan sedikit petunjuk dari Alex Alana mengantarkan Alex ke rumahnya, Alana berjalan keluar dari mobilnya menuju depan pintu yang berwarna putih itu.