I am Shadow (BAHASA INDONESIA)

I am Shadow (BAHASA INDONESIA)

last updateLast Updated : 2020-11-17
By:  AL Lexie09Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
2Chapters
29views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

3 keturunan Queen of Mafia yang berusaha hidup normal di tengah masyarakat awam. Namun siapa sangka, menyembunyikan identitas tak semudah makan es krim di pinggir jalan. Beli, jilat dan telan. Sebuah kasus pembunuhan Penguasa dunia hitam tanpa sengaja menyeret nama ketiga monster anakkan kedalam situasi berbahaya. Mampukah si kembar Ken Haya dan si bungsu Hera melepaskan diri dari situasi tak menguntungkan itu? Yaudahlah ya~ Happy Reading...

View More

Chapter 1

SHADOW

Kota C. 

Dan di sebuah Mansion Mewah yang lengkap dengan ratusan pria bejas hitam berwajah sangar yang di persenjatai.

“uh... Come on baby...” seru seorang pria paruh baya yang tubuh nya di penuhi tatto Naga Hitam.

“ah...” Desah nikmat salah satu jalang yang terlihat menikmati adegan ranjangnya bersama sang pria bertatto.

“Sstp!... Kau memang jalang terbaik yang pernah ku temui selama ini baby.. Uh!.” ucap sang pria bertatto, memuji kehebatan jalang lainnya sembari tersenyum puas.

Pria paruh baya yang meski tak muda lagi namun masih terlihat perkasa itu,tampak menikmati servis nakal para jalang yang di sewanya.

Adegan demi adegan dengan berbagai gaya di lakoni ketiganya dengan gairah membara. Seolah tak ada habis nya dan tak ada puasnya, sungguh malam panas yang panjang.

Hingga tiba – tiba,

Tak! Tak! Tak! Tak!

Tak! Tak! Tak! Tak!

Sebuah mainan yang menggantung di ujung horden penutup jendela terbentur tembok mansion berulang - ulang.

Wuzz... Angin kencang berhasil membuka jendela kamar sang pria bertatto.

“ah.. Sialan!” umpat sang pria bertatto yang merasa terganggu dengan suara berisik yang di timbulkan mainan horden nya.

Tanpa pikir panjang, pria bertatto yang masih menancapkan kepala sang sobat Naga nya di liang salah satu jalang, menarik paksa sang sobat naga yang masih sibuk mengukur kedalaman goa yang baru di huninya beberapa jam lalu.

Dengan tubuh bugil dan sobat naga yang terlihat masih bringas, pria bertatto itu pun berjalan santai menghampiri jendela kamarnya yang terbuka paksa.

Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri sisi jendela, pria bertatto yang masih telanjang bulat itupun menutup jendela kamarnya.

“ah... Sialan! Dingin sekali cuaca malam ini” ucapnya.

Si pria bertato kemudian balik badan.

Tiba-tiba...

DEG!

Mata si pria bertato terbelalak lebar sekali.

Bagaimana tidak, dua jalang yang semenit lalu masih mendesah nikmat. Kini berubah menjadi mayat bugil bersimbah darah.

Si pria bertato sesak napas.

Sedetik kemudian dan dalam remangnya ruang.

Seseorang dengan setelan hitam yang menutup sebagian wajahnya, muncul tepat di hadapannya.

Sang pria bertatto membatu.

“Siapa kau...?” tanya sang pria bertatto dengan nada gemetar.

Sosok dengan setelan yang tampak tenang itu tak menjawab. Hanya tersisa sorot mata tajam yang terus menatap sang pria bertatto penuh kebencian.

Si pria bertatto yang dalam takutnya mengulur waktu sambil meraba tembok di belakangnya, terus mengoceh omong kosong.

Sosok dengan setelan hitam tak bergerak.

Lalu kemudian...

“Cih! Dasar bodoh! Harus nya kau menjawab saat aku bertanya....” si pria bertatto berubah sombong sambil menodongkan senjata moncong pendek yang ditemukannya di sisi tembok.

Si pria bertato menyeringai.

“sekarang... Aku tak butuh jawaban mu. Heh!” si pria bertatto menarik pelatuk nya.

DOR!

Sebutir peluru lepas landas.

Betapa kaget nya si pria bertatto, tembakannya ternyata meleset.

“AN... JING!” makinya sembari kembali menembaki sosok bersetelan hitam.

DOR! DOR! DOR! DOR!

Si pria bertatto dengan penuh amarah menghujani sosok bersetelan hitam dengan timah panas.

Namun...

 Dengan sangat mudah dan lincah sosok bersetelan hitam berhasil menghindari setiap peluru terbang yang muntahkan senjata si pria bertatto.

Wuzz... Wuzz... Wuzz... TAP!

Slow motion setiap gerakan hebat sang sosok bersetelan hitam yang melompat dan melayang di udara, sebelum akhirnya melakukan pendaratan yang sempurna dan tanpa luka sedikit pun.

Tubuh sang pria bertatto makin menegang...

Rasa takut yang luar biasa membuat jantung sehat nya berdetak 3 kali lebih cepat.

Klek! Klek! Klek!

Senjata di tangan pria bertatto, habis peluru.

Sadar akan lawannya yang tangguh, si pria bertatto yang semenjak tadi masih bugil, meraih kain horden di dekatnya dan melilitkan ketubuhnya sebatas pinggang.

Si pria bertatto kemudian melompat ke sisi ruang, dan meraih senjata lain yang terletak di bawah bantal ranjangnya.

Dengan gerakan sangat cepat, si pria bertatto yang sudah menggenggam senjata baru di tangan nya membalikkan tubuhnya dan hendak menembaki lagi sosok bersetelan hitam yang semenjak tadi gagal di lukai nya.

Tapi...

“S I A L!!!” gumam si pria bertatto sambil menghentikan aksi nya.

 Sosok bersetelan hitam ternyata sudah berdiri tepat di hadapan nya dengan sebilah belati yang menempel dan siap mengukur kedalaman batang leher sang pria bertatto.

“Bangsat! Siapa kau sebenarnya?” tanya si pria bertatto dengan keberanian tersisa.

Sosok dengan setelan hitam itu hanya terdiam.

“cih! Kau pikir kau bisa lolos setelah membunuh ku hah!” pria bertatto menatap remeh sosok di hadapan nya.

Dan...

JLEB!

“Arrgh...” teriak pria bertatto yang merasa sakit di batang leher nya.

Sosok dengan setelan hitam menusuk perlahan batang leher si pria bertatto.

“BANGSAT!!!” maki si pria bertatto sembari menahan sakit di batang leher nya.

Si pria bertatto berusaha melawan sosok di hadapannya lagi. Tapi sial tangannya justru di patahkan dengan sangat mudah oleh sosok dengan setelan hitam.

“Arrrghh...”

DAN...

DUAK!!!

Sebuah tendangan kuat berhasil mendarat di salah satu bahu pria bertatto.

Pria bertatto berlutut paksa, kesadaran nya mulai menghilang.

Dengan mulut yang penuh darah, si pria bertatto berkata:

“ukh...  Kau... Siapa kau... Sebenarnya?”

Dengan aura iblis mendominasi, sosok dengan setelan hitam yang mirip malaikat maut itu menjawab.

“AKULAH... SHADOW!!!”

Sreeet!!! Bruk!!!

Si pria bertatto tewas dengan batang leher yang nyaris putus.

==========================================

Happy Reading... 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
2 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status