LOGINBunga Edelweis Atmaja , 25 tahun“Aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama tetapi apa daya di matanya hanya ada kakakku tercinta.”Bunga berusaha mati-matikan mengikis rasa cintanya yang semakin tumbuh subur terhadap pria yang sering menjemput dan mengantar kakaknya kuliah dan bekerja. Kemudian pada suatu hari, dirinya beranikan diri untuk menyatakan cinta terhadap sang pemuda yang ternyata ditolak, karena beralasan sang pemuda sangat mencintai sang kakak. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah saat mengetahui kakaknya akan segera bertunangan dengan sang pemuda. Pergi ke belahan bumi lainnya guna menuntut ilmu dan menghapus rasa cinta itu. Suatu ketika ia harus kembali ke rumah dan menghadapi kenyataan yang ada di depannya.Sanggupkah, Bunga menolak pesona Arya Mahendra?
View More“Karena aku tak ingin terlibat denganmu,” ucap Bunga memberanikan diri menatap manik indah Arya.Arya menangkup wajah Bunga dengan kedua tangannya. “Demi Tuhan Bunga, kau sedang hamil anakku bagaimana mungkin kau mengingkari hadirku hah?!” Arya melumat bibir Bunga dengan ciuman yang dalam dan intens.
“Ah, Arya jangan,” tolak Bunga dengan nafas tersengal saat Arya sudah berhasil melucuti seluruh pakaiannya.Arya mendekatkan wajahnya menyisakan jarak sejengkal dari bibir ranum Bunga. “Jangan berhenti kan sayang? Pasti.” Setelah berkata demikian Arya bangkit dan melucuti pakaiannya.
“Ayo dong cepat tebak!” ujar Bayu.
Tiga bulan telah berlalu dan Bunga masih bersikukuh tidak mau kembali sedangkan kehamilannya sudah memasuki bulan keenam.Bunga sedang menikmati teh camomile di beranda rumah kecilnya di Bali. Sudah dua bulan ia berada di Indonesia karena usaha yang dirintis olehnya tidak bisa ditinggal terlalu lama.