LOGIN
PrologGabriel berjalan dengan cepat menuju ruangan di sebuah rumah mewah, wajahnya bisa dibilang wajah siap membunuh orang, tangannya menggenggam sebuah amplop coklat."Selamat datang tuan muda," sapa pelayan yang berdiri di depan pintu kamar."Kakek ada?" tanya Gabriel."Ada tuan muda, saya akan laporkan kepada tuan kalo tuan muda mau bertemu," katanya basa basi."Lama ... minggir!” Gabriel mendorong pelayan itu."Tapi tuan bilang...." pelayan itu hanya bisa berdiri melihat tuan mudanya dengan wajah amarah memasuki kamar tuan besar."Kakek apa maksud surat ini?" tanya Gabriel dengan nada tinggi.Amarahnya tadi membuat dia tidak sadar bukan hanya ada mereka berdua di dalam kamar."Gabriel sejak kapan kamu tidak sopan