LOGINKaburSialan bagaimana ini? Dia masih mengejar. Apa aku harus berteriak supaya dia berhenti mengejarku? Tapi, jika itu gagal aku pasti mati. Dilakukan atau tidak, setelah tertangkap dipastikan aku bakal mati mengenaskan, setidaknya berusaha dulu, siapa tahu ada yang menolongku nanti."Tolong ... tolong!" Aku berteriak kencang sambil berlari dengan sekuat tenaga berharap ada yang mendengar suaraku di tengah malam ini."Berhenti!" Dengan suara lantang dia mengagetkanku dan masih saja terus mengejarku dengan keinginan yang sangat membara, entah apa tujuannya melakukan itu padahal aku sudah 15 tahun bersamanya. Apa dia tidak bosan memperlakukanku seperti seekor hewan?Bruk ...."Mau lari ke mana?" Sialan dia berhasil menangkapku, aku harus membuat alasan supaya dia tidak membunuhku."Maafkan aku Tuan, aku tadi cuman pergi beli nasi goreng saja kok." Dengan suara serak-serak basah dan wajah yang super imut, aku hampir setengah mati melakukannya tapi di
PrologSemenjak kematian orang tua, aku sudah menderita, tapi lebih menderita lagi saat harus menjadi istri dari orang yang sudah kuanggap sebagai kakak sendiri. Yang selalu menjaga, ketika orang tuaku meninggal. Mungkin kalian pikir dia baik padaku. Nyatanya tidak.Semenjak orang yang kuanggap kakak kehilangan orang tua, sisi paranoidnya semakin memuncak, dan di situlah penderitaanku dimulai. Kisahku sangat rumit, bahkan melebihi rumitnya benang saat digulung acak. Di mana disiksa seperti hewan.Tapi, di sisi lain dia juga sayang padaku. Iya! Sayang! Sayang dan memperlakukan dengan baik ketika aku mau mati saat disiksanya. BAIK KAN? Baik atau tidak, kita lihat saja kisahku. Semua ada di tangannya