LOGINPerjalanan menuju ke pemakaman nenek dan kakek Lisa, yaitu kedua orang tua Yoona yang sangat dia sayangi walau terkadang Yoona harus dituntut untuk bisa pintar dalam segala bidang namun dibenci atau tidak sukanya Yoona kepada orang tuanya mereka tetaplah orang yang harus Yoona hormat dan selalu berjasa dalam kehidupannya yang masih panjang.
Di Sebuah gedung bertingkat yang hampir tingginya setara dengan sebuah menara di pusat kota.Dipimpin oleh seorang Ceo muda, yang sudah menyelesaikan S3 di amerika dan baru saja mengambil alih Grup Kang satu tahun yang lalu ini menjadi perbincangan hangat dan trending kala itu, banyak sekali yang bertanya-tanya sosok tampan yang menjadi pria idaman di kantornya pasalnya umurnya yang sudah siap menikah namun pria itu belum memiliki kejelasan
Park Seo Heejin, putri pertama dari pasangan Yoona dan Cristian, pernikahan berbeda negara itu terjadi karena perjodohan yang dipaksa oleh kedua orang tua mereka untuk memberikan keturunan yang baik, baik orang tua Yoona maupun orang tua Christian merupakan satu kerjasama dalam bidang bisnis untuk masalah kebun anggur yang bisa digunakan untuk membuat Wine.Tak ada cinta dan tak ada apapun dalam pernikahan yang terjadi saat usia Yoona baru
Setelah sarapan pagi yang bisa mereka lakukan setiap hari, selanjutnya Yoona biasanya akan membawa Lisa pergi entah membawanya ke tempat pekerjaan lainnya atau pergi ke salon, walau Yoona menganggap Lisa seperti anak kecil tapi gadis masih butuh perawatan, tapi kali ini Yoona ingin membawa Lisa ke toko bunganya yang sudah dijalankan bisnisnya lebih dari tiga tahun yang lalu.Hari ini Lisa mengunakan kaos putih lengan panjang dengan motif bu
Setelah melewati tiga bulan terjebak dalam butiran salju dan udara yang selalu dingin, Hari ini merupakan awal memasuki musim panas, awal dimana semua pertemuan yang Lisa pikir akan menjadi sebuah sejarah dalam hidupnya.Dipagi yang sangat cerah ditambah dengan teriknya sinar matahari membuat semuanya menjadi lebih mudah panas. Namun seperti cuaca tidak akan mempengaruhi kenyamanan Lisa yang masih saja memejamkan kedua matanya