Share

Part 1

last update publish date: 2020-10-31 01:26:02

Jangan lupa vote, komen dan share yaaa guys. Biar semakin rajin update ceritanyaaa. Thank you

Happy reading

**************************************

Dita adalah seorang perempuan yang penampilannya seperti  preman bertubuh besar, berkulit sawo matang, dan di tangannya dipenuhi oleh tato. Pekerjaan sehari-hari Dita adalah tukang parkir ruko untuk pagi hari sementara malam hari bekerja di club malam.

Walaupun penampilan Dita seperti preman tetapi dia suka membantu orang lain dan tidak berbuat kejahatan. Dita tinggal di pinggiran kota bersama ibunya yang bernama Ratih dan 5 orang adik angkatnya yang bernama Ijal, Rizki, Yoga, Santi, Cia. Mereka semua yang telah berasal dari orang tua yang berbeda-beda dan ditelantarkan oleh keluarganya.

Dita memiliki sahabat bernama Rian. Mereka berteman sejak kecil. Kehidupan Dita dahulunya termasuk sederhana, tetapi sejak ayahnya meninggal Dita harus putus sekolah dan mencari nafkah untuk Ibu dan kelima adiknya.

Pagi hari ini Dita pamit kepada ibunya untuk pergi kerja “Bu, Dita pamit kerja dulu soalnya hari ini rukonya buka lebih pagi.” Pamit Dita sambil mencium tangan Ibunya.

“Hati-hati ya Dit,“ kata Ibu Ratih.

Akhirnya Dita pergi ke ruko dengan menaiki kendaraan umum.

Sesampainya di ruko tiba-tiba Dita melihat pencopet yang merampas barang milik seorang ibu. Dita langsung mengejar pencopet tersebut. Walaupun badan Dita besar tetapi untuk urusan lari cepat Dita sangat handal.

Setelah berhasil mengejar dan mengambil kalung tersebut Dita kembali menemui Ibu tersebut. ”Ibu ini kalungnya saya kembalikan,” kata Dita.

“Terima kasih ya nak kamu sudah menolong ibu. Oh Iya nama kamu siapa nak ?” Ibu Itu bertanya sambil  memberikan senyuman.

“Nama saya Dita Amalia. Kalau nama Ibu siapa ?” tanya balik Dita.

“Nama Ibu, Mira Adiwijaya,” jawab ibu, “sekali lagi Ibu berterima kasih banyak sama kamu. Ibu gak tahu kalau kamu gak menolong Ibu pasti kalung ini tak akan pernah kembali. Kalung ini sangat berarti untuk keluarga kami,” ucap Ibu Mira.

“Memang ini kalung apa Bu ?” tanya Dita.

“Kalau dari bahannya atau pun harganya saya tidak peduli, tapi kalung ini adalah kalung warisan dari keluarga suami Ibu,” kata Ibu Mira.

“Wah kalung ini sangat berharga sekali ya bu. Saya senang bisa membantu ibu jadi kalung ini tak jadi hilang,” ucap Dita.

“Nah karena kamu sudah menolong ibu, Ibu harus melaksanakan nazar saya,” ungkap Ibu Mira.

”Memang Ibu bernazar apa ?” tanya lagi Dita.

“Saya tadi bernazar kalau yang menolong saya laki-laki, saya jadikan anak saya tetapi kalau perempuan saya jadikan menantu saya,” jelas Ibu Mira.

“Yampun Bu ! Saya menolong Ibu tulus tanpa berharap apa-apa,” tolak Dita.

”Tapi Dita saya sudah berjanji jadi saya harus penuhi nazar saya untuk menjadikan kamu menantu saya,” paksa Ibu Mira sambil memohon.

“Aduh ibu gak liat penampilan saya seperti ini. Mana mau anak ibu sama saya,” tolak Dita lagi.

“Masalah anak Ibu itu bisa kita bicarain lagi, jadi kamu mau ya ?” desak Ibu Mira.

”Maaf Ibu saya gak bisa. Saya sangat tulus menolong ibu, tapi saya gak bisa mengabulkan permintaan ibu,” lirih Dita yang tetap pada pilihannya.

“Ya sudah tak apa. Terima kasih kamu sudah menolong saya. Kalau kamu butuh bantuan kamu bisa hubungin saya ke nomor ini,” kata Ibu Mira dengan nada sedih sambil memberikan kartu namanya.

”Baik bu. Saya permisi dahulu.”

Setelah Dita pamit dan diangguki oleh Ibu Mira, mereka langsung berpisah kearah yang berbeda.

Setelah berpisah dengan Dita, Ibu Mira langsung menelpon seeorang “Tolong kamu ikuti kegiatan sehari-hari Dita Amalia dan laporkan semua ke saya,” perintah Ibu Mira. Setelah selesai menelpon Ibu Mira pergi ketempat butik langganannya yang berada tak jauh dari ruko.

Sementara Dita, dia langsung pergi ke tempat kerjanya setelah berpisah dari  Ibu Mira. Sesampainya disana Dita langsung menemui Rian “Maaf ya Yan gue telat,” kata Dita.

“Iya gakpapa selow. Emang lo dari mana sih Dit?” tanya Rian.

“Oh tadi gue nolong ibu-ibu yang kecopetan,” jawab Dita.

“Ketangkep gak copetnya ?” tanya Rian lagi.

”Untungnya dapet sih tuh copet,” jawab Dita lagi dengan bangga.

”Emang lu paling jago kalau lari hahaha,” tawa Rian.

“Iya hahahah. Tapi heran kenapa gue gak kurus-kurus yaa ?” tanya Dita pada diri sendiri.

“Udah gak usah dibahas lagi sekarang kita kerja aja,” sanggah Rian.

Dita tak menceritakan permintaan Ibu Mira karena dia yakin bahwa dia tak akan bertemu lagi dengan Ibu Mira.

Akhirnya mereka mulai kerja lagi.

Saat jam makan siang Rian dan Dita berencana pergi ke warung makan dibelakang ruko. Saat berjalan menuju kesana tiba-tiba Dita menabrak seorang wanita dan langsung berkata “Eh kalau jalan pake mata dong !” bentak wanita.

“Maaf mbak saya gak sengaja,” sesal Dita.

“Enak banget ya lo minta maaf. Maaf lo itu gak bisa bikin baju gue jadi bersih lagi tau !” bentak wanita Itu, “heran gue badan doang digedein. Lo gak tau ya baju ini limited edition dan rusak dengan sekejap sama lo !” marah wanita Itu.

Dita hanya bisa diam saat wanita itu memarahinya. Karena tak tahan melihat Dita dihina terus menerus akhirnya Rian membelanya ”Maaf Nyonya bisa kah anda tak menghina orang lain ?” tanya Rian.

“Siapa yang menghina sih ? Orang saya berkata apa adanya,” cibir wanita itu.

“Saya tahu Nyonya tapi kata-kata anda itu sudah berlebihan ke temen saya !” bela Rian.

“Eh orang kalian orang miskin, gue heran sama kalian udah salah nyolot lagi !” sindir wanita tersebut.

Sebelum Rian menjawab tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dan menghampiri mereka bertiga dan berkata “Ada apa sayang ? tanya laki-laki itu.

“Ini loh sayang baju aku rusak ketumpahan kopi dan semua ini gara-gara si gendut ini nabrak aku,” lapor wanita itu.

“Yampun masalah ini aja dibikin lama,” kata laki-laki itu.

“Tapikan baju ini mahal sayang dan ini limited edition,” rengek wanita itu. 

“Nanti kita beli yang lebih bagus lagi jadi gak usah marah-marah. Kita harus cepat pergi dari sini soalnya aku harus ketemu lagi sama klien 1 jam lagi,” kata laki-laki itu.

“Beruntung ya lo berdua gara-gara pacar gue kalian bisa selamat. Awas ya kalian muncul lagi dihadapan gue,” ancam wanita itu.

Setelah Itu Rian dan Dita lang pergi dari hadapan laki-laki dan wanita itu.

Dilain tempat Ibu Mira yang baru tiba dari urusannya langsung menemui sang suami yaitu Bagas Adiwijaya di ruang kerjanya. “Sayang, sayang, sayang,” panggil Ibu Mira.

Ketika mendengar istrinya memanggil cukup keras langsung keluar dari ruang kerjanya. “Ada apa sih Ma ?” tanya Pak Bagas.

“Sayang hari ini mama sudah menemukan calon yang tepat untuk jadi istri anak kita,” lapor Ibu Mira.

“Mama ketemu dimana memangnya ?” tanya Pak Bagas.

“Di ruko yang tempat butik langganan mama kalau pesen baju” katanya lagi.

 

“Coba mama cerita dari awal kejadiannya sampai mama bilang sudah menemukan istri buat anak kita,” pinta Pak Bagas.

“Gini pah, tadi pagi aku pergi ke butik langganan mama pakai kalung berlian ini buat dicocokin sama baju yang mama pesan di butik itu. Terus pas mama baru turun dari mobil, tiba-tiba kalung mama dirampas sama orang. Mama sih gak peduli sama harganya, tapi kalung berlian ini sangat berharga buat keluarga kita karena ini kalung warisan dari keluarga Adiwijaya. Lalu Mama teriak dan seketika orang-orang langsung mengejar pencopet itu. Akhirnya mama bernazar jika yang menolong mama laki-laki akan dijadikan anak kita, tapi kalau perempuan mama jadiin menentu kita. Ternyata yang menolong mama perempuan. Aku tak menyangka dengan penampilan dia yang seperti itu dia masih peduli dengan orang lain,” penjelasan Ibu Mira.

“Memang penampilannya bagaimana sayang ?” tanya Pak Bagas.

“Dia badannya sangat berisi, dan tangannya dipenuhi tato tapi kalau wajahnya sangat manis.” jelas Ibu Mira.

“Terus dia mau diminta jadi mantu kita ?” tanya Pak Bagas.

“Dia menolaknya padahal mama sudah memohon sama dia pah, tetapi tetap saja dia menola,” lirih Ibu Mira, “dia bilang kalau dia menolong tidak mengharapkan pamrih,” lanjut Ibu Mira. 

“Salut juga ya sama dia,” kagum Pak Bagas.

“Nah itu dia pah yang membuat mama semakin yakin kalau dia harus jadi mantu kita,”  Ibu Mira.

“Siapa nama perempuan itu ?” tanya Pak Bagas.

“Dita Amalia. Tadi mama sudah meminta orang kita untuk mengikuti kegiatan sehari-hari Dita biar mama bisa cari cara buat mewujudkan nazar mama pah,” ucap Ibu Mira.

“Tapi menurut mama apa anak kita mau sama dia ? Yah mama tahu sendiri selera anak kita sementara yang mama inginkan untuk menjadi menantu kita sangat berbeda 180 derajat,” ucap Pak Bagas.

“Mama yakin anak kita pasti menerimanya karena dia sangat menyayangi mama dan papanya jadi dia tak mungkin menolak permintaan kita,” kata Ibu Mira.

“Mah daripada kita bahas anak kita, bagaimana kalau kita olahraga saja?” ajak Pak Bagas.

“Ngapain olahraga siang hari pah ?” bingung Ibu Mira.

Pak Bagas pun hanya membalas dengan senyuman penuh arti.

Lalu Ibu Mira berkata “Papa ini semakin bertambah usia bukan kemesumannya semakin menghilang, malah semakin bertambah,“ heran Ibu Mira.

“Kan mesum sama istri sendiri gak jadi masalah,” tawar Pak Bagas.

Karena tak ingin menerima ocehan dari istrinya Pak Bagas langsung menggendong Ibu Mira ala bridal style lalu membawa ke kamarnya dan terjadilah sesuai keinginan Pak Bagas olahraga saat siang hari. Hanya terdengar suara erangan yang penuh gairah dari kamar itu. Walaupun usia mereka tak muda lagi tetapi kemesraan diantara mereka semakin bertambah.

**************************************

Dan follow juga ig @marshanika05. Thank you.


Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istriku Preman Gendut    Part 1

    Jangan lupa vote, komen dan share yaaa guys. Biar semakin rajin update ceritanyaaa. Thank youHappy reading **************************************Dita adalah seorang perempuan yang penampilannya seperti preman bertubuh besar, berkulit sawo matang, dan di tangannya dipenuhi oleh tato. Pekerjaan sehari-hari Dita adalah tukang parkir ruko untuk pagi hari sementara malam hari bekerja di club malam. Walaupun penampilan Dita seperti preman tetapi dia suka membantu orang lain dan tidak berbuat kejahatan. Dita tinggal di pinggiran kota bersama ibunya yang bernama Ratih dan 5 orang adik angkatnya yang bernama Ijal, Rizki, Yoga, Santi, Cia. Mereka semua yang telah berasal dari orang tua yang berbeda-beda dan ditelantarkan oleh keluarganya. Dita memiliki sahabat bernama Rian. Mereka berteman sejak kecil. Kehidupan Dita dahulunya termasuk sederhana, tetapi sejak ayahnya meni

  • Istriku Preman Gendut    Prolog

    Sepasang suami istri sedang beristirahat di kamarnya."Sayang kita olahraga malam yuk ?" ajak sang suami"Kamu tuh gak ada puasnya ya mas ! Aku capek loh" gerutu sang istri"Biar cepet ada dedeknya sayang disini," bujuk suami sambil mengelus perut sang istri."Ya tapi kan gak tiap saat juga ! Baru tadi siang kamu aku kasih jatah, eh sekarang minta lagi," omel istrinya."Sayangku, cintaku semua yang ada dirimu ini membuat ku candu," ucap suami sambil menyentuh dua gunung kembar milik istrinya yang sangat ia sukai itu."Itu tangan bisa gak sih diem aja sebentar ?" tegur istrinya.Sang suami tidak menghiraukan perkataan istrinya. "Boleh ya sayang ?" pinta suami sambil memasang puppy eyes . Karena tak tega menolak permintaan suaminya akhirnya istri pun mengabulkannya dengan memberikan anggukan kepala kepada suaminya.Melihat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status