LOGIN"Elllll...." Hana berteriak kegirangan saat Rama sudah meninggalkan mereka."Hayoo, naksir yaaa? Hahaha" ucap Ellya dengan nada agak sedikit meledek. Ellya tak kuasa menahan gelak tawanya melihat Hana yang begitu girang. Padahal sebelumnya Hana berkata bahwa ia akan memarahi Rama."Aaahh. Aku nyesel, Ell! Tau gitu aku tadi dandan yang cantik!" ujar Hana menyesal."Tuh, kaaan. Apa aku bilang, Han! Kamu pasti nggak jadi marah kalo udah ketemu sama dia!"Wajah Hana cemberut kesal. Benar juga apa kata Ellya, seharusnya dia berdadan agak rapih dan cantik siang itu. Ia seharusnya memakai pakaian yang agak feminim sehingga menunjukkan kesan cantik di depan Rama. Alih-alih ia malah hanya memakai sweater dan jeans saja dengan tatanan rambut yang dikuncir tinggi, sangat-sangat biasa. Tapi kan semua ini juga gara-gara Rama yang mendadak ingin memajukan pertemuan siang itu?"Harusnya aku pake
Minggu ini terasa begitu cepat bagi Hana. Tak terasa sudah memasuki hari sabtu saja. Itu artinya, hari ini ia akan bertemu laki-laki yang dibicarakan oleh Ellya tempo hari.Pagi itu pun lumayan cerah. Ia bangun lebih awal dari biasanya. Padahal biasanya ia akan bangun lebih siang di hari libur. Ia bangkit dari kasurnya dan pergi menghadap cermin. "Ya ampuuun! Bengkak banget mata aku!" keluh Hana. Semalam ia memang begadang marathon film hingga menjelang subuh. Lupa bahwa esok harinya ia mem
Hari itu adalah hari kamis. Mendadak Hana ingin sekali menyantap ramen favoritnya. Ia sengaja membawa uang tunai lebih di dalam dompetnya hari itu. Selain karena ia ingin mengunjungi kedai ramen favoritnya, ia juga ingin mampir ke suupa membeli produk perawatan wajahnya yang mulai habis.Siang itu lumayan agak panas dari biasanya. Seperti biasa ia duduk di kursi kerjanya dan membalas e-mail masuk dari para klien. Ia menatap layar monitornya yang penuh dengan huruf-huruf kanji yang terkadang membuatnya sedikit ingin muntah. Jari-jarinya yang lentik beradu dengan tombol keyboard komputer. Mengetik kata demi kata balasan yang harus ia kirim ke kliennya. Tak lupa ia juga mencatat hal-hal pent
Hari-hari yang dilalui Hana berjalan seperti biasanya. Tak ada yang istimewa. Bangun pagi, mandi, memasak makanan untuk sarapan bila ia sedang mood, lalu berangkat kerja. Sungguh kehidupan yang monoton. Namun Hana masih tetap bisa menikmati rutinitasnya itu. Karena ia sudah terlanjur nyaman dengan pekerjaan dan orang-orang di kantornya.---------------------Sore hari itu langit Tokyo mendadak dipenuhi awan hitam pekat.
Sepulang dari berbelanja, Hana kemudian meletakkan satu per satu belanjaannya di kulkas. Setelah itu ia mulai memasak untuk sarapan pagi dan makan siangnya. Di hari itu tak ada yang istimewa. Hana hanya berbaring seharian sambil menonton televisi dan sesekali menonton beberapa video di YouTube. Ia benar-benar memanfaatkan hari liburnya untuk me time dan mengisi ulang energi jiwanya.
Kelopak bunga sakura berguguran karena terhempas oleh angin pada siang hari yang lumayan agak sejuk. Ya, sekarang adalah musim semi di Jepang dimana bunga sakura mulai mekar. Dimulai dari selatan Jepang yaitu Okinawa hingga ke utara yaitu Hokkaido. Musim semi kali ini adalah musim semi yang kedua kalinya yang dilalui oleh gadis manis bernama Hana Amalia Lestari, gadis itu saat ini berusia 24 tahun. Ia adalah gadis Indonesia yang bekerja di salah satu perusahaan di Tokyo, Jepang.