MasukYolanda yang merasa sakit hati karena ucapan Dirandra dan ia pun memutuskan untuk tidak pulang sekalian.
“Berarti saudaranya Edgar juga dong Pa? Masa sih?” ujar Rasti dengan tatapan penuh tanda tanya. Ia masih tidak percaya bagaimana mungkin bisa sekebetulan itu.Seolah bisa membaca isi hati sang istri Raja kemudian berkata, “Semuanya mungkin saja terjadi bukan? Papa yakin di dunia ini nggak ada kebetulan yang ada adalah suratan takdir dan kehendak Sang Kuasa.”“Iya sih, lalu selama ini gadis itu ti
Yolanda yang merasa sakit hati karena ucapan Dirandra dan ia pun memutuskan untuk tidak pulang sekalian."Kamu akan pulang sekarang?" tanya Nino dengan menatap wajah Yolanda lekat-lekat.Raut wajah Yolanda yang awalnya terlihat sedih
"Selamat bersenang-senang, semangat," ujar Dira sembari membuat gerakan memberikan semangat pada Kamini.Kamini memelototi Dira dengan wajah yang kembali merona. Dira tersenyum lebar dan berbalik badan berlari masuk ke dalam bilik dapur. Dira berhenti di pintu dan menatap Kamini yang masih berdiam diri di dapan dan menjulurkan lidahnya.
Tania yang sedari tadi merasa penasaran dengan kegiatan yang berada di kantor terlebih lagi ada beberapa driver ojol yang melakukan pemesanan. Tania bertanya pada Kamini yang tampaknya sudah selesai melakukan panggilan."Ami, ini kantor apa?""Ini kantor untuk pemesanan
"Bunda ikut ya Nak, Bunda mau lihat usaha Kamini. Boleh?""Boleh Bunda, biar nggak ada yang curiga dengan Ami," ujar Kamini sembari melirik wajah suaminya.Usaha yang didirikan Kamini baru berdiri selama tiga tahun terakhir. Ia memang ti
"Jadi Nak apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Burhan."Kamini kemarin sudah minta ijin sama Bunda mau kerja Ayah,” jawabnya."Kerja apa itu?""Kamini dapat ruko, begitu rencananya mau jualan."