Mag-log inPernikahan ini seperti mimpi disiang bolong untuk Piona seorang wanita berusia 21 th yang masih berkuliah di jurusan sastra untuk semester akhir, pasalnya pernikahan ini dilakukan untuk kepentingan ekonomi keluarga selain itu ada alasan lain yang masih menjadi rahasia. Parahnya lagi pasangan Piona adalah seorang kakak kelas yang ketika SMA tidak memiliki hubungan baik dengan Piona walaupun tampan pada masa itu tapi tingkah lakunya selalu berhasil membuat orang membencinya. Setiap bertemu Piona pasti akan menyulut pertengkaran hebat dan menyebabkan perang dingin yang tidak kunjung usai, entah angin apa yang membuat mereka kembali bertemu dan melihat kenyataan bahwa mereka harus menikah, kisah cinta ini sangat berwarna dan mereka terlibat kecanggungan saat malam pertama, saat menjalani hubungan setelah menikah bahkan merasakan bagaimana mereka akhirnya saling cemburu. Kisah romantis bahkan mereka akhirnya bisa berhubungan intim tanpa rasa malu lagi, tersaji dalam kisah cinta ini. Ketegangan mulai terjadi ketika banyak kebencian dari masa lalu dan orang ketiga yang hadir untuk menghancurkan hubungan Edwin dan Piona, Kekuatan cinta mereka diuji disini. Ketika orang yang membenci mereka berdua ingin membalaskan dendam, mereka dihadapkan dengan banyak ancaman dan ketakutan, yang akhirnya membuat Piona berhadapan dengan orang ketiga yang menjadi awal mula tragedi kecelakaan terjadi, yang membuat Piona dinyatakan Tewas dan Edwin mengalami syok berat akibat kehilangan Piona dan bayi yang di kandung Piona, Tante Marta atau mama Edwin juga akhirnya baru ketahuan jika mengidap kanker yang akhirnya meninggal. Duka Edwin semakin parah, tapi berjalannya waktu Edwin meyakini ada yang tidak beres dengan kematian istrinya, dia menyelidiki ulang, apa yang sebenarnya terjadi. Menurut hasil otopsi ternyata itu jenasah yang di temukan bukan Piona, membuat Edwin bersyukur dan mulai mencari keberadaan Piona. Piona mengalami koma dan hilang ingatan setelah sadar namun, sudah melahirkan bayi kembarnya di sebuah panti. Edwin berhasil mencari tahu keberadaan Piona dan anaknya, kemudian membawa mereka kembali.
view morePesta pernikahan diadakan dihalaman Rumah Edwin yang seperti halaman istana bangsawan karena cukup besar. Bunga- bunga sudah di pasang disetiap penjuru area pernikahan itu. Kursi tamu undangan sudah di tata rapi tepat di dua belah sayap panggung. Penataan taman yang begitu mewah dengan tema pesta kebun ini mungkin menjadi pernikahan impian bagi setiap wanita. Terdapat Balok Es juga yang bertuliskan Nama Piona dan Edwin.Diruang rias Piona diliputi rasa gelisah karena sampai detik ini belum memutuskan akan menghubungi sahabatnya atau tidak. Dengan perasaan takut akhirnya Piona menelpon Dina sahabatnya itu."Tut,tut,tut"Tanda panggilan masuk."Halo, beb. Ya ampun beb kemana aja?" Dina antusias menjawab telpon."A
Sekitar pukul 04.00 pagiSeperti biasa Piona tertidur tapi akan berguling kesana kemari. Ini kebiasaan buruknya yang selalu bergerak ketika tertidur dan seketika ituBrukk!Piona jatuh dari ranjangTapi matanya tidak juga terbuka sama sekali, tanganya meraih sesuatu disampingnya dan memeluknya seperti guling Piona tidak menyadari itu Edwin. Edwin yang juga tidur pulas sama sekali tidak membuka matanya bahkan dalam posisi nyaman dengan tidur terlentang, tangan kanannya tidak sadar tertindih tubuh Piona ditarik perlahan ke lengannya. Mereka tidak sadar gerakan itu saling memeluk dan Edwin yang merasa dingin dikakinya menarik selimut sampai kedadanya dan menutupi tubuh piona juga.Pukul 06.00 pagi hari
Berlari ketempat dimana orang tua Edwin dan orang tua Piona bertemu. Mereka bercengkrama dengan serius diruang keluarga rumah itu. Piona tertatih-tatih dengan kaki telanjangnya menuju ruangan itu. Ketika piona tiba mereka sejenak hening dan menyembunyikan segala barang-barang seperti figura dan brosur entah apa yang mereka lakukan.Kenapa rasanya ada rahasia di ruangan ini, kali ini apalagi yang direncanakan?Pikiranku sedang tidak terkontrol dengan pertunangan yang mendadak ini, melihat mereka hening membuatku ingin berteriak dan cukup marah."Tante,om,ma,pah bisakah memberikan aku sedikit bocoran apa yang mau direncanakan? Rasanya paru-paru ku sesak dan jantungku hampir copot karena pertunangan yang tidak masuk akal ini?!"Piona menghela nafas panjang dengan emosi yang tertatahan"Gi
Pertemuan di pesta itu sungguh tidak pernah aku harapkan, setelah lima tahun aku tidak pernah lagi bertemu dengan Edwin dan itu adalah Anugrah terbesar yang pernah aku terima. Tapi hari ini mengapa harus bertemu dengannya lagi?Aku merasa petir akan menyambar dihadapanku hari ini, apa yang sebenarnya dipikirkan keluargaku? Hingga aku harus ikut dalam pertemuan ini, benar-benar malas aku bertemu dengannya.Piona bergumam sendiri sambil meminum segelas orange jus.Kalau saja orang tuaku tidak berteman dengan orang tuanya dan kalau saja ekonomi keluargaku tidak di ujung tanduk aku tidak akan mau datang ke pesta ini. Aku terpaksa bersikap baik dengan keluarga Edwin hanya demi bantuan itu tidak lebih, tapi aku curiga ada hal lain yang direncanakan orang tuakuSuara mobil mewah di depan sudah terdengar dan ada seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan lengkap dengan jas dan kaca mata hitamnya."Itu Edwin," Kata Tante Marta mama dari





