Masuk
Cleopatra yang sedang mengenakan rok mini berwarna hitam dan juga blus tipis berwarna merah tua tengah menaruh koper miliknya di bagasi kabin yang ada di atas kursi.Setelah selesai, ia pun hendak melangkah ke arah kursi yang ada di dekat jendela namun terhalangi oleh kaki panjang seorang pria yang duduk di sebelahnya. "Permisi? Tolong geser sedikit." Suara nyaring Cleo ternyata tidak mampu membuat pria yang sedang membaca majalah trubus dengan mengenakan kacamata hitam itu menggeser kakinya. Dia justru diam saja dan membolak-balikkan majalah tanpa peduli dengan gadis yang ada di hadapannya."Huuufft. Mas, Om, Kakak, Pakde, Kakek, tolong geser kakinya sedikit biar saya bisa lewat, ya?" kata Cleo lagi dengan jengkel. Habisnya, dia kira pesawat ini nenek moyangnya?Lelaki dengan rambut hitam yang terbelah tengah itu pun membuka kacamata. Bola mata yang kebiruan akhirnya terlihat. Indah, menakjubkan layaknya lautan lepas.
"Ini bukan jaman Siti Nurbaya, Ma!" protes Cleo pada Mama nya, Tara Lewis. Mereka sedang duduk di sofa yangSama sedangkan Raymond ada di sofa yang lain."Kalau mau protes, sama Papa, tuh! Bukan sama Mama!" balas Tara tak mau kalah. Lagipula, yang menjodohkan dirinya dengan salah satu anak konglomerat dari negeri kanguru bukan dirinya, kok. Melainkan suaminya, Raymond Rowan! Jadi, kalau mau protes ya ke sana saja. Jangan dengan dia."Pokoknya Cleo akan kawin lari kalau dipaksa menikahi pria yang gak Cleo kenal!" balas Cleopatra gemas sambil melotot ke arah Mama sekaligus musuh bebuyutannya sejak masih bayi. Ibu dan anak itu memang susah akur!"Terserah. Malah bagus. Uang Mama bakalan utuh karena ratu boros bakalan kawin lari sama pacarnya.""Mama jahat!" jawab Cleopatra, gadis berusia 22 tahun sekaligus anak paling mbontot dari keluarga Rowan pasalnya dialah anak yang terakhir kali lahir setelah tiga saudara k