Home / All / Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H) / Bagian Sembilan Tangis, Rintih & Sesal

Share

Bagian Sembilan Tangis, Rintih & Sesal

last update publish date: 2020-11-15 11:23:10
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Dua Belas Keanehan Kembali Terjadi

    Bagian Dua BelasKeanehan Kembali TerjadiPart sebelumnya :“Benar ... kalian seharusnyatidak menyentuh benda itu! Benda itu adalah sebuah hadiah yang diberikan kepadaorang yang baru saja menikah dan merupakan benda yang dijadikan sebagaipenunggu rumah agar tidak adanya gangguan makhluk-makhluk gaib yang ada disekitaran desa. Lagipula rumah itu pernah menjadi tempat praktek dukun ilmuhitam. Ahh ... kalian ini ada-ada saja!” tutur sang ibu.Akuhanya diam, tak bisa berkata apa-apa lagi.“Yasudah ... semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan!” ujar si ibu dankemudian pergi meninggalkan aku.***Waktu terasa cepat berlalu, tidakterasa sudah 4 hari

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Sebelas Pulangnya Endy dan Kembalinya Keris Naga

    Part sebelumnya :Pak Abdur kemudian datang bersama dengan Dwi dan juga Tony. Ia kemudian mencoba untuk meruqiah Endy dengan lantunan ayat suci al-qur'an prosesi ruqiah ini berjalan sekitar 1 jam, hingga kemudian tubuh Endy melemas dan kembali pingsan. Pak Abdur berpesan agar Endy harus segera dipulangkan ke rumahnya. Ia berangapan kalau Endy tampaknya terlalu banyak melamun dan menyebabkan dirinya rentan dimasuki Jin. Aku segera menelepon Pak Rahman Dosen Pembimbing Lapangan kami untuk menanyakan kontak telepon keluarga Endy. Aku harap Endy dapat segera sembuh.***Pak Abdur kemudian diantar oleh Jawir dengan menggunakan motor operasional KKN yang dipinjamkan oleh Pak Kades tempo hari. Jawir tampak berbicara banyak dengan Pak Abdur sambil sesekali melirik ke arahku sebelum meninggalkan rumah KKN. Aku hanya tersenyum sembari melihat senyum sinis itu yang berlalu pergi. Waktu terasa cepat berlalu

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Sepuluh Pertikaian & Amarah

    Part sebelumnya :Aku mendekat ke arah Endy. Aku mencoba mendekatinya dan memegang tangannya untuk memastikan suhu tubuh Endy. Apakah ia terkenda demam hebat lagi? Atau bagaimana. Namun hal yang tidak kusangka-sangka akhirnya terjadi, sebuah sapuan tangan mengarah kepadaku dan mendarat tepat di wajahku, 'Plak!!'"Lepaskan, bangsat!!! Pergi dari sini!" Endy mendelik ngeri ke arahku dengan suaranya yang berubah menjadi parau.***Aku masih belum menyadari dengan apa yang tengah terjadi sekarang ini. Endy tampak sangat marah dan kemudian mencoba untuk menyerangku. Ia melompat dan kemudian mencoba melayangkan tinjunya ke arahku. Aku dengan sigap menangkap tangannya dan memitingnya ke arah belakang, namun sesaat kemudian tangannya yang sebelah kiri mencoba untuk lepas dengan cara mencengkram salah satu tanganku."Sudahlah .... hentikan tindaka

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Sembilan Tangis, Rintih & Sesal

    Aku dan Tony membawa Endy yang terlihat pucat untuk kembali ke rumah KKN. Mak kemudian menyusul pulang, anak-anak yang lain masih berada di acara lelang. Pak Dirman yang merupakan salah satu orang BPD yang melaksanakan lelang sebelumnya memang telah berjanji untuk membantu soal pendanaan biaya Program Kerja KKN kami dan menyumbang sebesar 5 juta rupiah. Aku cukup senang dengan tawaran itu dan menerimanya begitu saja, anak-anak yang lain masih berada disana tidak lain adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih serta acara serah terima pemberian bantuan tersebut.Aku dan Tony kemudian membaringkan Endy di kasur dan Mak terlihat mengambil kompresan untuk Endy, kami masih menduga kalau Endy terkena deman, "Mungkin ini karena dia belum makan!" ujarku pelan. Endy hanya diam, matanya terlihat kosong dan kini terpaku dengan langit-langit kamar. Mak mengambil kompres dan mulai mengompres kepala din yang sepertinya sedikit hangat karena demam.

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Delapan Arti Ular dan Keanehan Pasca Hilangnya Keris

    Pasca kehadiran ular itu diketahui seantero rumah KKN dan beberapa tetangga sebelah rumah, anak-anak wanita jadi sedikit takut untuk berada di samping rumah ataupun di dekat tangga, di dekat tangga ini memang terdapat rerumputan yang dekat dengan saluran pembuangan air, memang termasuk tempat yang lembab dan nyaman untuk habitat ular. Jawir yang mendengar berita tersebut kemudian berkata kepadaku, "Tinggal kita lihat saja, apakah pertanda kedatangan ular-ular itu adalah rejeki ataupun musibah!" terangnya kepadaku."Pak dukun ini bisa saja! Sudah serahkan saja kepada Tuhan!" ujarku tak mau ambil pusing dengan ocehan Jawir.Acara perkenalan ini akan dilaksanakan nanti malam, sebelumnya ketika kami memulai KKN ini ada dana yang disetorkan oleh setiap peserta KKN sebesar 500.000 rupiah perkepala, total uang yang disimpan oleh Feranda selaku Sekretaris KKN ada sekitar 6 juta lebih, uang inilah yang dijadikan bekal untuk kami mel

  • Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)   Bagian Tujuh Lolongan Anjing dan Ular Dua Warna

    Halo ... selamat pagi, siang, sore ataupun malam para pembaca Kuliah Kerja Berhantu 40 hari (KKB 40H)Teruntuk kalian yang sudah koment, share ataupun memberikan rate untuk cerita ini terimakasihku yang sebesar-besarnya teruntuk kalian semua.Untuk kalian yang mungkin ingin bertanya tentang kelanjutan cerita, spoiler ataupun ingin merasa lebih dekat dengan penulis cerita ini bisa lewat sosial media penulis di :Instagram : https://www.instagram.com/mayhard20/?hl=idFacebook : https://web.facebook.com/esp.hardyJangan lupa untuk share, koment, dan rate cerita ini agar makin banyak yang baca. Karena semua itu adalah support kalian bagi Penulis agar terus bisa berkarya ke depannya. Kritik dan saran dipersilahkan.Terima kasih.Hormat SayaMayhard20

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status