MasukBab 10 Betapa terkejutnya Drake melihat tayangan tersebut. Wajahnya memerah karena emosi. Ditatapnya Derian dengan tatapan setajam laser. “Darimana kau dapat rekaman itu, dan bagaimana caranya?, apakah kau ada di sana?, apa yang kaulakukan di sana?.” Drake mencecar Daniel dengan pertanyaan bertubi-tubi.
dr.Arif Kusuma, yang merupakan dokter keluarga Aditamapun menyampaikan hasil pemeriksaannya. “Tania, tidak sakit, tetapi ia sedang hamil. Usia kandungannya masih muda, sebaiknya Tania segera melakukan USG untuk mengetahui lebih jelas kondisi kandungannya
Sang dokter dengan name tag dr.Joshua Permadi, menghela nafas dengan berat, baginya sebagai seorang dokter menyampaikan berita duka kepada keluarga pasien adalah hal yang berat, meski ia telah berpuluh tahun menjadi seorang dokter, tetap saja menyampaikan kabar duka begitu berat baginya. Dengan menelan salivanya, dokter berkata.
Dokter pun menjelaskan kepada Drake bahwa kondisi ibu dan bayi dalam kandungannya baik-baik saja, meski sang ibu sempat mengalami pendarahan. Saat ini, ibu masih dalam keadaan tertidur setelah menjalani
Tuan Gilbert kemudian berbisik di telinga Drake, “Kita akan berbicara serius son, kau telah melanggar perintahku untuk menjauhi kekasihmu.” Drake hanya menatap ayahnya datar. Sementara itu suasana
Sedikit lagi Drake menyusul pasangan didepannya, akan tetapi dia terhalang banyaknya orang yang berlalulalang. Huh...sial!!!, geram Drake. “Ya, Tuhan, hampir saja kita ketahuan kata Jessica