LOGINBerawal dari patah hati, Jake melampiaskannya kepada seorang gadis lugu bernama Sandra Keith. Menjadikan gadis itu sebagai pelampiasan dari cinta bertepuk sebelah tangannya. Sejak awal, semuanya berjalan normal. Sampai akhirnya Jake mendapat tantangan gila dari Melvin, dan mengikuti keegoisannya. Kehidupan seorang Sandra Keith pun harus berubah seratus persen karena ulah dua orang pria dalam hidupnya. Fakta bahwa dia hanyalah pelampiasan Jake dan boneka Melvin membuatnya frustrasi. Hidupnya hancur. Akankah ke depan lebih baik, atau justru bertambah buruk? Hanya penyesalan yang tertinggal di balik semua ini.
View MoreSandra sempat terkejut saat melihat raut khawatir tampak di wajah Jake. Normal bagi Jake mengetahui sahabatnya yang sedang terluka lalu bersikap demikian. Akan tetapi, rasanya ada yang aneh dengan semua ini. Pandangan Jake benar-benar menunjukkan kecemasan yang begitu besar. Ia terlihat khawatir, takut dan sedih sekaligus. Sandra yang menjadi saksi hal tersebut kontan saja menelan ludah. Cepat-cepat ia membuyarkan lamunannya, Sarah lebih penting sekarang.Dari tempat duduknya, Sarah tampak menggerutu kesal. Ia sedang memarahi sepatu berhak tinggi warna merahnya yang sudah rusak begitu saja, padahal belum lewat satu semester ia pakai sejak membelinya secara daring. Yah, daripada Sarah melamun tidak penting sambil menunggu bantuan, lebih baik ia melampiaskan kekesalannya kepada sebuah benda. Sampai kemudian Sandra muncul dengan membawa Jake seorang, tanpa Melvin di sisinya. Sesampainya di depan Sarah, mata biru sang pria Hegner terbelalak begitu melihat
Malam Sabtu, jam delapan. Langit yang berada di atas kota London telah berubah menjadi hitam total. Waktu sore telah lewat, malam mulai merajalela, dan itu menandakan sudah saatnya anak muda bersenang-senang.Melvin dan Sarah baru saja keluar dari mobil mewahnya putra tunggal keluarga Brunner yang tampan. Melvin, pria yang memakai baju hitam panjang itu berdiri bersebelahan dengan Sarah. Sementara itu, Sarah sendiri memakai tanktop pink dan rok jeans mini di atas lutut. Penampilan yang begitu menarik bagi remaja seusianya.Bersama lengan Melvin Brunner di pelukannya, Sarah melirik ke arah mobil merah mencolok yang kini terparkir rapi di sebelah mobil hitam milik Melvin. Melihat Jake dan Sandra yang baru saja turun, senyuman gadis itu melebar. Awalnya ia ingin menarik Melvin untuk mendatangi mereka, tetapi tatapan tajam si pemuda lebih dulu menciutkan mentalnya.Ah, lupakan Melvin untuk sementara. T
Di dalam kelas ajaran Profesor Allerd, murid-murid yang terbiasa ribut menjadi diam memperhatikan penjelasan guru di papan tulis dengan saksama. Alasannya bukan karena mereka semua suka dengan mata pelajaran yang tengah dijelaskan oleh profesor berkumis tipis itu, melainkan karena takut kepada orang yang sedang berdiri di depan sana. Yang tak lain tak bukan adalah profesor itu sendiri. Kelopak mata para siswa terlihat seperti sengaja dibuka lebar-lebar, berharap guru killer yang sedang menulis materi di papan tulis dapat tertipu oleh penampilan yang seolah-olah menyimak. Suasana yang menegangkan, hanya terdengar suara spidol yang ditabrakkan berkali-kali di permukaan papan tulis dan suara detik jarum jam yang terus berjalan. Sesudah mencatat, Sandra yang mengisi bangku tengah menaruh pulpen karakter Minnie Mouse-nya di atas buku tulis. Ia memandang lama punggung sang guru yang bahu keka
Suasana tenang dan penuh debaran itu seketika buyar ketika terdengar suara berat seorang anak laki-laki. "Woi." Mendadak suara itu ikut menyusul seiring dengan suara detak jantung Sandra yang terus mengebu di dalam hatinya. Jake melepaskan pegangan tangannya dari Sandra lalu berdiri tegak, ia melirik Melvin—yang baru muncul dari ujung jalan—sedang berjalan menghampiri mereka. Sandra ikut menoleh. Menatap seorang siswa asing yang memiliki wajah yang sangat tampan. Poni yang disisir ke belakang serta rambut samping yang dicukur rapi menjadi daya tarik tersendiri bagi pria berkulit pucat itu. Akan tetapi, Sandra kurang suka dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Melvin jelas-jelas telah menghancurkan momen kebersamaannya dengan Jake. Padahal Jake tadi sudah menembaknya, dan ia masih belum memberikannya jawaban yang ingin didengar oleh pria itu. Sandra terlihat menggigit bibir baw

![PERFECT HUSBAND [INDONESIA]](/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)



