Home / All / Mate Prince Vampire / 1) kota mati

Share

1) kota mati

Author: Pena Receh
last update publish date: 2020-10-02 11:32:20
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mate Prince Vampire   3) Berubah

    "Jiyeon," gumam Tae lalu berdiri saat Jiyeon sudah dihadapannya."Selamat Ulang Tahun Tae-Tae," ungkapnya tak lupa dengan senyuman manis.Tae tertegun melihat sang pujaan tersenyum,"Kau memang selalu memukai Jiy." batin Tae bersuara."Hei, kenapa melamun? ayo tiap lilinnya jangan lupa make a wish." Jiyeon terkekeh, Tae tersadar dari lamunannya dan segera make a wish.Jiyeon gemas dengan tingkah Tae yang mengemaskan, ia mencubit hidung Tae dan memainkan ke kiri dan kenan tak lupa tawanya yang membuat beberapa lelaki terpanah, "kau sangat menggemaskan."Tae terdiam walaupun Jiyeon sudah melepaskan cubitannya, sampai ia sadar saat ada yang memeluknya."Selamat ulang tahun Kak," ujar Yeri sambil melepaskan pelukannya.Tae tersenyum lalu mengacak-acak rambut Yeri, membuat pipi sang empu bersemu merah. "makasih, Yer.""Sama-sama," sahutnya.

  • Mate Prince Vampire   3) Berubah

    "Jiyeon," gumam Tae lalu berdiri saat Jiyeon sudah dihadapannya."Selamat Ulang Tahun Tae-Tae," ungkapnya tak lupa dengan senyuman manis.Tae tertegun melihat sang pujaan tersenyum,"Kau memang selalu memukai Jiy." batin Tae bersuara."Hei, kenapa melamun? ayo tiap lilinnya jangan lupa make a wish." Jiyeon terkekeh, Tae tersadar dari lamunannya dan segera make a wish.Jiyeon gemas dengan tingkah Tae yang mengemaskan, ia mencubit hidung Tae dan memainkan ke kiri dan kenan tak lupa tawanya yang membuat beberapa lelaki terpanah, "kau sangat menggemaskan."Tae terdiam walaupun Jiyeon sudah melepaskan cubitannya, sampai ia sadar saat ada yang memeluknya."Selamat ulang tahun Kak," ujar Yeri sambil melepaskan pelukannya.Tae tersenyum lalu mengacak-acak rambut Yeri, membuat pipi sang empu bersemu merah. "makasih, Yer.""Sama-sama," sahutnya.

  • Mate Prince Vampire   2)Kejutan

    Kim Taehyung (POV)Aku berdiri dari kursi dan segera menghadang jalan Jiyeon. Entah kenapa ia beberapa hari ini seperti tak menganggapku."Minggir, aku mau ngantin," celetuknya dan berlalu begitu saja diikuti Eunjung."Mereka kenapa sih," gumamku berjalan ke kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi mendemo minta diisi.Tak masalah semua orang mendiamkanku, tapi ... kalau Jiyeon rasanya sakit, - batin Tae berkeluh."Hati boleh galau, tapi perut harus tetap di isi biar pikiran smart," gumamku sambil meremas perut yang mulai mendemo.¤¤¤"Jim, cepat kesini." Jungkook berkata lewat minlink."Oke." ia menjawab seadanya lalu berteleportasi ke tempat Jungkook berada."Ada apa Jung?" Jimin segera bertanya sambil menatap lekat sepupunya itu."Kenapa kau memanggil kami?" jimin langsung bertanya dan turun dari atas pohon la

  • Mate Prince Vampire   1) kota mati

    Seorang gadis berparas cantik bak seorang dewi, dengan wajah mungil, hidung kecil yang mancung, mata besar dan bibir tipis, membuat dirinya terlihat seperti boneka hidup, ditambah kulit seputih susu. Dia tengah berjalan santai sambil memainkan rambutnya yang dikuncir kuda. Tak lama nada dering telepon terdengar dari ponsel-nya. Ia segera mengambil benda pipih itu dan nama sahabatnya muncul di layar, jari cantiknya menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan tersebut."Ada apa, Eunjung?" tanya Jiyeon to the point."Heol ..., kamu di mana, Jiyeon? Bentar lagi masuk kelas lho.""Ah, ini kan baru jam tujuh pagi.""Matamu jam tujuh, ini udah jam setengah delapan, tahu!""What! Jangan bercanda, deh. Enggak lucu!""Ngapain bercanda, Jiyeon. Gak guna kali, coba liat aja di ponsel-mu,"Jiyeon segera melihat jam di ponsel-nya, seketika netranya membulat sempurna.

  • Mate Prince Vampire   Prolog

    Seorang gadis berjalan tergesa-gesa, mempercepat langkahnya menerobos kota yang sudah tidak berpenghuni lagi. Sungguh jika bukan karena terpaksa, dia tidak akan mungkin mau melewati kota tua yang sangat menyeramkan itu seorang diri. Namun, mengingat ia hampir terlambat mengikuti kelas dosen paling killer di kampusnya, dirinya memupuk keberanian menembus kota tua dengan hati berdebar.Namun, sepertinya kini menyesali kenekadan dirinya, bulu kuduknya meremang dan perasaannya mendadak tidak enak merasa ada yang mengintai dan mengawasi dirinya sejak memasuki kota tua tersebut.Dia berbalik, matanya menangkap sosok pria misterius tengah menatapnya intens di balik pohon. Netranya membulat sempurna, merasa terancam ketika tatapan tajam dan menghunus jantung itu tepat mengarah padanya. segera berlari secepat mungkin.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status