LOGINTahun 2098 di mana dunia semakin terbuka, para makhluk Immortal tidak lagi segan-segan menunjukkan keberadaan mereka di dunia manusia. Tidak ada perselisihan antara Manusia dan para mnakhluk Immortal, terlebih para klan Vampir yang kini bekerjasama di bidang medis dengan para manusia untuk menyembuhkan virus yang hanya terjangkit pada manusia. Virus mematikan dan hanya para Vampir saja yang dapat sedikit mengobati rasa sakit pada penderita. Para Vampir yang biasa di sewa oleh para manusia kalangan kelas atas untuk penyembuhan atas terjangkitnya virus mematikan itu, kini para Vampir diperbolehkan dengan bebas menemani setiap manusia. Tidak sedikit manusia yang memamerkan Vampir milik mereka karena tampan ataupun kuat dengan imbalan darah mereka. Karena itu keseimbangan dunia saat ini begitu aman dan tidak saling membahayakan. Savanna Aranelis, gadis yang akhirnya terjangkit virus dan memilih untuk mati di tengah hutan. Sayangnya, ia di tolong seorang Vampir tampan yang baru saja terbangun setelah sekian lama tertidur karena di khianati oleh klannya sendiri. "Seharusnya kau membiarkan tubuhku melebur menjadi darah." -Savanna Aranelis- "Virus mematikan itu justru membuat klan Vampir diatas angin, dan kau adalah sumber kehidupanku yang baru, Savanna." -Lyzander Athanasius de Balthazar-
View MoreAizer Relgine de Balthazar pria bersurai coklat tembaga itu berlutut dengan wajah datarnya. Di sebelahnya sudah ada beberapa Vampir bangsawan yang Lyzander cukup kenali dan seseorang yang juga saat itu menyegel dirinya, Oliver Kayne de Balthazar.Lyzander melirik ke Vampir wanita yang ia kenali sebagai salah satu sepupunya, tetapi ia tidak melihat wanita itu juga menyegel dirinya. Raja Vampir itu melirik ke arah Savanna yang sepertinya sudah jengah di tempatnya. Tentu saja Savanna tidak mengenal siapa mereka dan ada maksud apa mendatangi kastil itu."Lyora, kau ingin bertemu Roazen?" tanya Lyzander.
Savanna memandang wajah kaku nan tampan seorang Vampir yang terlihat angkuh, tetapi nyatanya terlalu bodoh. Ralat, Vampir itu justru seperti hewan buas yang tidak memiliki akal selain memangsa dan menurut perkataan Lyzander yang sudah seperti majikannya sendiri.Hari ini adalah hari ke lima mereka berdua bertemu dan Savanna mengajarinya dengan sepenuh hati atas permintaan pria yang akan menjadi suaminya. Beruntung Roazen tidak terlalu bodoh dan kolot seperti anak-anak yang baru belajar pada umumnya. Pria itu cepat menangkap apa yang dimaksud Savanna meski Lyzander tidak mengerti apa yang diajarkan Savanna.
Lyzander kembali ke dalam kamar dan melihat wajah Savanna yang tidak lagi memucat, ia tersenyum dan mendekat saat raut wajah wanitanya yang kembali menegang. Virus itu kembali berulah hingga membuat Savanna tersadar dalam pelukan Lyzander."Lyzander," panggil Savanna dengan suara lirih.Lyzander hanya tersenyum kecil lalu mengigit leher wanita itu, napas Savanna sempat terputus-putus saat Lyzander mulai menghisap darahnya. Setelah dirasanya cukup, Vampir itu melepaskan gigitannya dan menatap Savanna yang kembali tidak sadarkan diri.
Lyzander memasuki ruangan yang selama ini dikunci oleh Ruse dan Alister, sebuah ruang singgasana milik Lyzander yang bahkan Dewan sekalipun tidak dapat memasukinya. Anehnya tidak ada debu yang mengotori tempat itu, karena Lyzander tidak menyukai sesuatu yang kotor.Vampir itu menurunkan Savanna dan duduk di pangkuannya, Lyzander yang kini duduk di singgasananya melihat ke arah Alister dan Ruse yang sudah berlutut di bawah tangga."Turunkan aku!" desis Savanna, ia merasa kepalanya kini terasa sakit dan rasanya ingin merebahkan drinya.


![Menikah Dengan Pelacur [Indonesia]](/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


