LOGINAizer Relgine de Balthazar pria bersurai coklat tembaga itu berlutut dengan wajah datarnya. Di sebelahnya sudah ada beberapa Vampir bangsawan yang Lyzander cukup kenali dan seseorang yang juga saat itu menyegel dirinya, Oliver Kayne de Balthazar.Lyzander melirik ke Vampir wanita yang ia kenali sebagai salah satu sepupunya, tetapi ia tidak melihat wanita itu juga menyegel dirinya. Raja Vampir itu melirik ke arah Savanna yang sepertinya sudah jengah di tempatnya. Tentu saja Savanna tidak mengenal siapa mereka dan ada maksud apa mendatangi kastil itu."Lyora, kau ingin bertemu Roazen?" tanya Lyzander.
Savanna memandang wajah kaku nan tampan seorang Vampir yang terlihat angkuh, tetapi nyatanya terlalu bodoh. Ralat, Vampir itu justru seperti hewan buas yang tidak memiliki akal selain memangsa dan menurut perkataan Lyzander yang sudah seperti majikannya sendiri.Hari ini adalah hari ke lima mereka berdua bertemu dan Savanna mengajarinya dengan sepenuh hati atas permintaan pria yang akan menjadi suaminya. Beruntung Roazen tidak terlalu bodoh dan kolot seperti anak-anak yang baru belajar pada umumnya. Pria itu cepat menangkap apa yang dimaksud Savanna meski Lyzander tidak mengerti apa yang diajarkan Savanna.
Lyzander kembali ke dalam kamar dan melihat wajah Savanna yang tidak lagi memucat, ia tersenyum dan mendekat saat raut wajah wanitanya yang kembali menegang. Virus itu kembali berulah hingga membuat Savanna tersadar dalam pelukan Lyzander."Lyzander," panggil Savanna dengan suara lirih.Lyzander hanya tersenyum kecil lalu mengigit leher wanita itu, napas Savanna sempat terputus-putus saat Lyzander mulai menghisap darahnya. Setelah dirasanya cukup, Vampir itu melepaskan gigitannya dan menatap Savanna yang kembali tidak sadarkan diri.
Lyzander memasuki ruangan yang selama ini dikunci oleh Ruse dan Alister, sebuah ruang singgasana milik Lyzander yang bahkan Dewan sekalipun tidak dapat memasukinya. Anehnya tidak ada debu yang mengotori tempat itu, karena Lyzander tidak menyukai sesuatu yang kotor.Vampir itu menurunkan Savanna dan duduk di pangkuannya, Lyzander yang kini duduk di singgasananya melihat ke arah Alister dan Ruse yang sudah berlutut di bawah tangga."Turunkan aku!" desis Savanna, ia merasa kepalanya kini terasa sakit dan rasanya ingin merebahkan drinya.
Bolehkan Savanna mengakhiri hidupnya sekarang, ia benar-benar benci pada pria tampan yang kini menyeringai kepadanya. Vampir kuno yang tidak mengerti ponsel dan barang elektronik lainnya. Savanna merapalkan kembali kalimat-kalimat motivasi di kepalanya, agar ia lebih cepat terbangun dari mimpi aneh yang sekarang menimpanya.Hirup dan hembuskan, Savanna berkali-kali melakukan hal yang sama untuk mengontrol emosinya. Pria bersurai panjang sebahu itu terlihat seksi jika sedang tersenyum menggoda, Savanna baru menyadari jika pria itu sedang menggodanya."Vampir sialan," maki Savanna sambil mengusap kepalanya
18 July 2098, New York City, USA.Sudah lebih dari setengah abad, para manusia hidup berdampingan dengan para makhluk Immortal. Tidak ada yang aneh dengan perubahan fisik mereka di depan umum,