LOGINPulang lebih awal dibandingkan dengan jam biasanya untuk membuatkan sup buntut untuk Daren sesuai dengan permintaan dari pria itu.Begitu banyak pelayan yang ada di sana. Akan tetapi tidak ada yang di perintahkan oleh Daren membuat sup itu dan malah meminta dia sendiri untuk membuatkannya.
“Ibu,”Napas Daren memburu ketika dia bangun dari tidurnya. Mimpi yang berulang kali terpaksa membangungkan dia tahun-tahun terakhir itu sangat menyakitkan. Dia tidak pernah melihat wajah ibunya sekalipun. Namun bayangan wajah itu kadang mampu membuat Daren sedikit bersemangat dengan hidupnya
Keana mengajak ibunya untuk membereskan beberapa barang yang harus dibereskan sebelum dia pergi dari apartemen ini untuk bertemu dengan adiknya dan juga menjemput adiknya itu agar tinggal bersama dengan ibunya untuk beberapa saat. Mungkin bagi Keana itu adalah keinginan yang teramat besar. Dia ingin sekali membiarkan ibunya tinggal bersama denganadiknya. Mungkin juga itu adalah harapan bagi Keana. Dia ingin mengajak adiknya untuk bisa melindungi ibunya ketika ada ayahnya yang datang nanti. “Ibu kau dan Joshua harus tinggal di tempat ini untuk sementara waktu. Aku tidak mau kau dan Joshua terkena masalah. Sebentar lagi aku juga akan mengatakan ini kepada Shiren agar kau bersama kedua adikku
“Jadi, kapan kau dan Daren menikah?”Uhuk
Sesuai dengan permintaan Daren, dia pulang ke rumah orang tuanya keesokan harinya diantar oleh pria itu langsung dengan begitu beraninya. Di depan rumah orang tuanya Keana, Daren bersikap santai. Sementara itu Keana mengetuk pintu rumah orang tuanya. Tok tok tok
Beberapa saat kemudian Keana berdiri usai Daren berkata demikian. Ayahnya Keana berbuat yang keterlaluan kepada ibunya. “Kau mau ke mana?” “Pulang ke rumah Ibuku,” “Tenangkan dirimu, besok aku yang mengantarmu ke sana. Satu hal lagi yang harus kau ketahui, banyak orang bertahan demi anaknya walaupun tidak ada cinta, mungkin sama dengan Ibumu yang bertahan tanpa ada cinta di hatinya. Itu juga karenamu,”