Share

(part 8) INTRIK

Penulis: Genoveva Dian
last update Tanggal publikasi: 2020-10-02 22:25:28
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 11) KASIH YANG KEMBALI

    Aku memutuskan untuk tetap kuliah sambil bekerja meskipun ayah melarang. Bukan karena apa-apa, tetapi semata karena aku sudah menemukan kenikmatan dalam berdikari. Rumah megahku memang selalu menunggu tubuhku untuk rebah ketika lelah, dan sepanjang aku membutuhkannya, tetapi, ada Kartika yang lugu, ada Mbak Ayu, Pak Bobby dan bibinya yang baik hati, juga teman-teman baruku di kafe. Semua membakar semangatku.“Ingat untuk tetap jaga kesehatan, dan menjadi yang terbaik,” kata ayah. Aku mengerling setuju.Pada malam ketika kembali ke mess karyawan, aku terlelap lelah. Dalam lelapku aku melihat lagi bangunan candi itu, tinggi menjulang dihadapanku. Dinding batunya dingin tapi memancarkan cahaya keemasan.Aku seperti dituntun oleh sesuatu, sebuah genggaman tangan kokoh berbalut beskap hitam nan gagah.“Raden Sastrawijaya …,”desisku tanpa mem

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 10) RINDU YANG BERTEMU

    Tiba-tiba aku teringat pada Budiman Rasyid. Ah, lelaki misterius itu. Entah di mana dia sekarang. Sudah sekian malam kulalui tanpa bermimpi. Mimpi tentangnya, apalagi dalam wujud Raden Sastrawijaya yang gagah dan berwibawaPerlu keberanian untukku mengatakan jujur, bahwa aku mulai merindukannya. Mungkin, aku telah jatuh cinta, tapi dalam waktu yang salah. Aku kesepian ....Suara ponselku bergetar berulang kali, kuambil dan kubaca siapa yang meneleponku siang-siang begini?“Ya halo,” sapaku. Sebenarnya aku sangat malas menanggapi telepon dari seseorang yang tidak jelas, hanya menampilkan nomor telepon pada layar ponsel. Pastilah itu orang iseng atau salah sambung. Namun demi apa, aku sendiri tak mengerti, kali ini aku berubah ramah.“Niken, ini aku, Baskoro,” jawab suara di seberang. Aku hampir meloncat dari tempatku duduk. Baskoro, bagaimana bisa aku melalaikannya?“Hei! Kamu ganti nomor?” ser

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 9) SECERCAH HARAPAN

    Berulang –ulang kubaca pesan singkat yang masuk ke ponsel, rasanya tidak percaya. Aku diterima bekerja part time di warung kopi dekat kampus. Di dalam pesan itu disebutkan bahwa tersedia mess bagi karyawan yang kebetulan rumahnya jauh dari tempat kerja. Hal ini menjadi alasan kuat untukku meninggalkan rumah Baskoro secepatnya.“Bas, aku mau pergi,” kataku suatu hari. Baskoro tampak tidak memedulikanku, pandangan matanya tetap tertuju pada sepeda motor barunya yang diparkir di dekat teras rumah. Tangannya sibuk mengelap dan mengelus bodi motor sehingga tampaklah kilau warna hitamnya dengan sempurna.“Baskoro Gunawan!” seruku sekali lagi. Yang kusebut namanya menoleh dengan santai.“Ada apa sih, manggil kayak gitu. Mirip guru TK tau nggak,” ujarnya.“Aku mau pergi, Bas.”“Ya udah pergi aja, biasanya juga gitu, gaya lu. Izinnya pake kalimat formal segala.”“Akum a

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 8) INTRIK

    “Kita pacaran?” tanyaku sekadar menuntut penjelasan. Baskoro tertawa. Dua jemarinya mencubit hidungku dengan gemas.“Enaknya aku harus menjawab apa, Nona?” balasnya menggoda. Sekarang giliran aku yang tertawa.“Lucu," ujarku geli.“Lucu apanya?” kejarnya.“Ya lucu aja. Kita bersahabat sejak lama, dan nggak ada komitmen apa pun. Bahkan aku sama sekali nggak menyadari kalau ternyata kamu suka padaku," paparku kemudian.“Penting?” Baskoro mulai tak nyaman dengan penjelasanku.“Iya.”“Sudahlah, yang jelas sekarang kamu milikku, tanggung jawabku. Kelak, entah kapan, aku akan menemui ayahmu.”“Buat apa?”“Ngelamar kamu lah, masa mau minta warisan.”Aku tersenyum kecut, membayangkan apa reaksi ayah ketika Baskoro datang melamar. Melihatku saja, barangkali ayah sudah enggan, apalagi mau ambil menantu.

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 7) BABAK BARU PERJALANAN

    “Rumahmu nyaman juga,” kataku menyeringai. Baskoro tertawa legit. Kami baru saja menghabiskan empat porsi mi instan lengkap dengan telur dan sosis siap saji.“Tinggal aja di sini selama kamu suka,” balasnya ringan. Aku menggeleng.“Masa numpang kok terus-terusan. Malu tau. Lagian, apa nanti kata orang, lebih-lebih orang tuamu kalau mereka tau ada perempuan ngendon nggak tau diri di rumah ini.”Baskoro tergelak lebih keras. Sesaat dia menggeliat sembari memegangi perutnya yang kenyang, kemudian menguap lebar.“Oaaahm … celaka nih, penyakitku kumat?” ujarnya.“Penyakit apaan?” tanyaku was-was. Kudekati Baskoro lalu kuelus-elus perutnya dengan spontan. Aku jadi teringat ayah … bagaimana waktu ayah sakit dan aku seorang diri yang berada di sampingnya.“Bas, kamu kenapa? Penyakit apa yang kumat?” aku bertanya lebih keras. Tiba-tiba Baskoro tertawa.

  • PERAWAN DARI LERENG LAWU   (part 6) PEMAKAMAN DAMIAN

    Aku pulang diantar salah seorang petugas kepolisian. Kulihat lampu teras menyala, berarti ayah di rumah. Dalam hati aku merasa menjadi manusia paling laknat, yang menyebabkan kematian kekasihnya sendiri, dan membuyarkan rancangan bisnis orang tuanya.“Stop!” bentak ayah begitu kulangkahkan kaki mendekati pintu. Aku tercekat, langkah kakiku serasa lumpuh. Keringat dingin mengucuri pelipisku.Kulihat ayah keluar dari dalam rumah, menatapku nyalang, lalu menghampiri petugas kepolisian itu. Kudengar ayah bercakap-cakap, tapi tak jelas, dan aku pun tak ingin mendengarnya. Setelah mengucapkan terima kasih kepada petugas kepolisian itu, aku bergegas masuk dan naik ke kamarku.Tak berapa lama, ayah datang. Tanpa mengetuk pintu, beliau masuk. Ini jelas bukan kebiasaannya. Aku tahu, beliau sedang marah tak terkendali.“Katakan pada Ayah, siapa yang bodoh?” tanyanya tegas. Aku duduk menunduk di atas ranja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status