LOGINLia terus mengutuk perbuatan Donni yang telah melecehkannya, sepertinya Donni begitu puas memperlakukan Lia dengan tiba-tiba menciumnya, ingin rasanya Lia menjerit sekencang mungkin, tapi apa daya, orang yang ia benci pergi begitu saja, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun pada Lia......Sejak kejadian yang menimpa itu, Wulan memilih tinggal bersama bibinya di Bandung, tak lama kemudian tante Anna menyusulnya dan memutuskan pindah rumah ke Bandung, setelah menjual rumahnya, karena walau bagaimanapun Wulan adalah anak kandungnya, kini Wulan dan ibunya menetap di Bandung.......Dua bulan telah berlalu, Donni yang masih kesal dengan tingkah Wulan yang tak pernah mau memaafkannya, membuat Donni semakin gila, ia mulai bergonti ganti pasangan, gadis belia yang selalu menjadi sasarannya, tak pernah luput dari incaran Donni, kini namanya terkenal di kampungnya sebagai lelaki Buaya.Tapi sebagai lelaki yang selalu di cap Buaya, Donni tetap
"Bu! apa ibu gak sadar! ibu kan masih punya suami! bagaimana ibu bisa berpikir ingin menikah dengan anakku!" damprat Bu Halima, yang sudah tak tahan dengan kelakuan tante Anna yang melewati batas."Sekarang saya minta! silahkan ibu pergi dari sini!!Bu Halima dibuat kesal dengan tingkah tante Anna, yang tak tahu malu, lalu dengan tegas mengusirnya."Tapi bu! kami saling mencintai," lirih tante Anna memohon."Gila kamu ya! pergi dari sini!"Melihat tante Anna yang sudah melampoi batas, Bu Halima menarik lengan tente Anna, seraya meneriaki tante Anna, hingga terdengar oleh saudara-saudara Donni yang memang lingkungan rumah Donni, dekat dengan rumahnya."Aya naon Ceu! meni rame!" tegur Ceu Enok saudari Bu Halima yang rumahnya tak jauh dari kediaman Donni.Ceu Enok, ceu Eni, dibuat kaget dengan teriakan Bu Halimah, suara teriakan Bu Halimah m
Wulan berlari menuju rumah Lia sahabatnya, air matanya terus bercucuran, ia tak menyangka Donni dan ibunya berbuat kejam terhadap dirinya.Lia yang tengah asyik duduk di teras rumahnya begitu terkejut melihat keadaan Wulan yang berlari tanpa alas kaki."Wulan! ada apa? kenapa kamu nangis?"Wulan tak menjawab pertanyaan Lia, tubuhnya rubuh seketika, Lia kemudian memapahnya dan membawa Wulan masuk ke dalam."Ngomong dong Lan! ada apa?"Lia begitu binggung dengan sikap Wulan, yang tak menjawab pertanyaannya, Wulan malah semakin keras meratap, wajahnya begitu pucat, Lia semakin penasaran melihat sahabatnya yang terus saja menangis tanpa menjawab, sebenarnya apa yang telah terjadi?"Lia! tolong saya Li!""Lan! ceritakan ada apa?"Dengan kata yang terpatah-patah, Wulan
Dengan terpaksa Donni memenuhi permintaan Tante Anna, malam itu Tante Anna meminta Donni untuk mengganti bohlam lampu kamar Tante Anna."Ehh-Aa kok balik lagi!" sapa Wulan yang baru saja akan masuk ke kamarnya untuk tidur."Iya, katanya lampu di kamar ibumu mati!" tegas Donni seraya mameriksa lampu di kamar Tante Anna.Tanpa banyak pertanyaan ataupun curiga, Wulan kemudian masuk ke kamar, matanya sudah terlihat sembab karena memang malam itu Wulan sudah tak bisa menahan kantuk.Sementara tante Anna yang sejak tadi mengawasi Wulan, malam itu niat bejatnya terulang kembali pada Donni."Ehhh-tante, jangan Tante,"Tante Anna kembali mengurung Donni di kamarnya, rupanya lampu di kamar Tante Anna tak ada yang mati, hanya alasan saja agar Tante Anna bisa melampiaskan birahinya pada Donni, akhirnya untuk kedua kalinya Donni kembali terbuai dengan rayuan tante Ann
Donni nama seorang pria yang berumur sekitar 25, wajahnya sih biasa saja, tapi entah punya ilmu sejenis apa, gak ngerti! setiap wanita yang ia goda, selalu luluh di hadapannya, bukan itu saja, rayuan mautnya, membuat wanita rela menyerahkan kesuciannya.Wulan nama seorang gadis yang baru dikencaninya, seperti biasa malam minggu Donni datang untuk berkencan dengan Wulan, gadis belia yang baru saja duduk di kelas tiga SMP, di kampungnya Wulan memang terkenal paling cantik, banyak lelaki yang berusaha merebut hatinya, tapi seperti biasa Donnilah pria yang bisa meluluhkan hatinya.Tante Anna ibu dari Wulan tak kalah cantiknya, suami Tante Anna selalu berpergian ke luar kota untuk tugas, hanya sebulan dua kali suami Tante Anna pulang, karena memang tugasnya yang jauh di luar kota.Malam itu Donni mulai melancarkan aksinya, rayuan mautnya membuat Wulan malam itu menyerahkan kesuciannya, tanpa diketahui Tante Anna ib