LOGIN"Kau sudah lolos, Jhon. Bahkan nilaimu lebih tinggi daripada Kelas utama. Jadi ku berikan kau kesempatan memilih tuanmu sendiri." Inilah Hal yang Jhon tunggu berhari-hari lamanya semenjak ia menginjakkan kaki di Negara Asing. Ia pun tak akan melewatkan kesempatan langka dalam kehidupannya. "Terimakasih, Pak Romis. Aku menginginkan Louison sebagai Bossku dan Nona Aleta, tuanku." Mendadak Pak Romis tersedak kopi yang sedang diteguk. Matanya melotot ke arah Jhon. "Kau yakin?" Tanya Pak Romis terdengar ragu. Jhon mengagguk mengiyakan. Tapi tak jua membuat Pak Romis berhenti menatap lekat pria yang sudah menjadi karyawannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Pak Romis bersikap demikian? Siapa dua orang yang Jhon sebut?
View MorePukul 03:00 dini hari.Ruangan dingin serta dipenuhi keluarga nyamuk telah menjadi tempat persinggahan Aleta. Gadis itu meringkukan tubuh di pojokan dengan tatapan lekat ke besi-besi pembatas dirinya.Satu jam sudah berlalu semenjak ia memasuki neraka dunia, ia pun telah menghitung lebih dari 20 angka. Namun, sosok berkumis tebal yang ia tunggu tak kunjung tiba.
Dum … tak … Dum … takSuara musik klasik khas, mengantarkan para pasangan berdansa di atas marmer putih mengkilau. Gerakan mereka apik dan beraturan, seirama dengan nada musik.
Hello, guys.Support me, please!Kiss ❤️____________"Angkat tangan!"