LOGIN
"Ssshhhhhttttt!!"Tubuhku ditarik, aku tak bisa berontak. Badanku juga dikunci, mulutku ditutup. Aku bergerak-gerak memberi perlawanan tapi si pelaku tak ingin melepaskanku.Tubuhku didorong untuk bersembunyi dibalik tembok, karena berada dalam posisi lemah, aku akhirnya terdiam dan bernapas lega, ketika akhirnya si pelaku melepaskan tangannya.Hufh ... Akhirnya."Kamu kenapa sih?" tanyaku tak senang."Shhhttt! Tadi tuh ada Jovan. Dia beneran nyari kamu, jadi lebih baik kamu sembunyi.""Anjing, mana sih tuh perek kecil? Kayaknya dia udah tahu deh." Mataku lamgsung melotot, sialan si buas itu. Harusnya aku keluar dan menyobek mulutnya, agar dia tidak sembarangan bicara seperti itu padaku. Memangnya aku gadis open BO? Ugh ... Aku benci, jika hidupku terus disudutkan, padahal aku tidak tahu menahu urusan mereka."Anjing! Besok harus kesini lagi. Pokokny
Aku melangkahkan kakiku keluar dari pintu, dan terduduk di balkon ditemani oleh udara dingin dan juga suara nyamuk. Aku hanya tersenyum karena hal remeh, bisa melihat bintang bersinar di atas sana. Rasanya ingin menjadi bintang saja, bisa membuat hati yang lain bahagia, dan juga bisa menyinari, betapa bergunanya Tuhan menciptakan bintang. Tidak denganku.Aku memeluk lututuku sendiri, ditemani kesepian seperti biasa. Memangnya apalagi yang aku harapkan? Aku hanya memperhatikan para semut di bawah, hanya melihat pergerakan semut saja, sudah membuatku bahagia bukan main. Mungkin karena faktor tak ada kawan dan juga tak tahu bagaimana itu bercanda, aku mudah tertawa pada hal receh seperti ini.Aku memeluk lututuku sendiri dan tersenyum. Ya hanya tersenyum. Jika orang rumah mendapatimu seperti ini, mereka pasti mengiraku sudah gila. Biarlah, toh mungkin jiwaku memang sudah gila dari sana.Aku menendang-nendang kecil kakiku, dan
Jika semua orang berlomba untuk menjadi cantik, maka bagiku kencantikan itu sebuah kutukan.Aku---Delisha Makara, seorang gadis cantik bagi orang lain dan semua orang yang dengan visualnya memandangku secara fisik.Jika, ada di sebuah keluarga anak tercantik menjadi sebuah anugerah yang disanjung oleh anggota keluarga dan menjadi mahkota dan emas di keluarganya, dan itu tidak terjadi padaku. Kecantikanku membawa kutukan bagiku. Aku dibenci keluargaku sendiri, hanya karena fisikku sempurna jika dilihat orang-orang padahal aku hanyalah gadis cacat yang penuh kekurangan kasih sayang.Aku adalah anak yang lahir tanpa direncanakan. Papa dan Mama berencana hanya memiliki satu putri di kerajaan mereka dan aku hadir tanpa ada yang menunggunya. Saat aku sudah mengerti dengan keadaan sekitar, aku sadar bahwa perlakukan Mama dan Papa terhadapku dan Kak Geisha Sakara sangat berbeda. Kak Geisha sangat cerdas, dan banyak mempunyai bakat
Delisha tumbuh seperti remaja pada umunya. Namun, ia mempunyai paras begitu ayu, mengalahkan artis Korea. Dan menjadi incaran para lelaki baik di sekolahnya, bahkan yang sudah menginjak bangku kuliah.Karena sering mendapatkan, penolakan dari seorang gadis. Beberapa kumpulan lelaki, mempunyai rencana licik menjebak Delisha. Dan berencana memperkosanya ramai-ramai hingga gadis itu hamil.Di umur yang super muda, harus menanggung beban fisik dan mental untuk mengemban amanah yang sangat berat. Namun, Delisha sadar hamil bukan berarti dunia kiamat, harus tetap berjalan sepahit apapun itu.Walau pahit, Tuhan telah menyiapkan rasa yang lain, rasa asam, manis, pedas, asin. Kehidupan tidak melulu tentang pahit, seperti warna, rasanya kehidupan juga nano-nano rame rasanya.Delisha akhirnya menjadi ibu muda, sangat muda. Usia 14 tahun, dan menjadi seorang ibu.Akankah orang tua Delisha bisa menerima apa yang menimpa anak tengah mereka? At