LOGINHanna turun ke lantai bawah untuk makan malam, setelah lebih dari tiga jam dirinya dalam kamar mengurung diri menonton drama korea dan melihat pria-pria idaman dalam mimpinya. Walaupun sekarang Hanan memiliki pria yang sangat tampan dan hot dan tampan dalam hidupnya. Tapi, Hanan tetap mencintai Oppa-oppa Korea yang ketampanannya tidak ada akhlak sama sekali. Malahan Hanna sering memimpika
Elang melepaskan ciumannya dengan Hanna dan membelai pipi Hanna lembut, dan menatap dalam bola mata keponakannya itu. Elang berdecih dalam hatinya, mengetahui sebuah kenyataan kalau Hanna adalah keponakan dirinya. Elang tidak peduli lagi dengan status sebuah keponakan dan paman. Elang menyukai Hanna dan ingin menjadikan Hanna sebagai miliknya, walaupun ribuan yang menentang hubungannya d
“Aku ingin menonton film ini,” ucap Hanna menunjuk poster film itu. Elang melihat ke arah yang ditunjuk oleh Hanna dan menahan napasnya. Hanna tidak salah menonton film ini. film …
Hanna terus memohon minta maaf pada Pamannya, dan tidak akan mengulangi lagi dirinya memberikan makanan pedas untuk Pamannya. Demi apa pun Hanna tidak tega melihat Pamannya sakit perut dan terus berulang kali masuk ke dalam kamar mandi, karena ulah dirinya. “Paman, maafkan teman Hanna. Dia tidak sengaja melakukan itu,” ucap Hanna menangkupkan tangannya di depan Elang dan menat
Elang memasang dasi dengan wajah datarnya, mulai hari ini dirinya akan membantu kakaknya untuk meng-handle perusahaan di sini. Elang juga enggan untuk kembali ke New York, dirinya betah di sini.Melihat Hanna yang selalu tersenyum padanya dan selalu berbicara dengan nada lembut dengannya, sudah membuat Elang kalang kabut. Ingin menarik keponakannya itu ke atas ranjang.Sialan. Elang harus menahan segala sumpah serapahnya, karena tidak bisa menyentuh Hanna. Hanna adalah gadis yang sangat canik dan seksi, namun sayang, Hanna adalah keponakannya.
Elang mengusap perutnya yang sudah dibaluri dengan minyak kayu putih. Pria itu setelah pulang dari kafe, langsung menuju kamarnya dan Elang mampu 6 kali ke kamar mandi. Perutnya sekaranf terasa menggiling semen, yang sedari tadi terus berbunyi.Elang menatap nanar pada minyak kayu putih di tangannya. Malam ini Elang harus membatalkan rencananya, mencari mangsa untuk memuaskan nafsunya.Namun, karena makanan yang sangat pedas dan mampu membuat perutnya sakit, membuat Elang tidak jadi untuk keluar malam ini dan mencari wanita bayaram untuk memuaskan dirinya. Elang juga meminta