LOGINSaat itu juga aku berlari meninggalkan rumah dan memasuki mobil range rover milikku. Aku melesat pergi keluar dari Mansion. Membelah angin malam yang dingin menusuk kulit pucatku. Air mataku terus menetes membasahi ke
"Ahhhh ... hilang sudah masa mudaku yang masih ingin bermain-main dan memiliki teman," keluh Sakura setelah selesai menyelesaikan lukisannya.Saat ini Sakura sedang berada di danau dekat dengan asrama di kampusnya. Bersama dengan Lazark yang saat ini mendampingi Sakura kemana pun wanita itu pergi. Kini para Raja itu membuat peraturan di mana setiap hari Sakura harus ditemani salah satu dari mereka. Dan memiliki satu hari bebas tanpa mereka dengan hanya berdiam diri dalam mansion miliknya.
"Ayah!" panggil Trisca yang baru saja datang ke Mansion.Ia baru mendengar kabar jika saudara tirinya akan menikah dengan enam orang sekaligus, sebelumnya ia justru senang karena dengan itu Sakura akan terlihat seperti wanita murahan yang mau menikahi banyak pria. Tetapi, lain lagi ceritanya saat ia mengetahui siapa yang akan dinikahi oleh saudaranya.
"Tunggu."Seorang memasuki kamar Sakura dengan kemeja merah dan jas hitam yang membalut tubuh lelaki itu. Wajah tampannya mengalihkan pandangan Sakura dari Mysth yang sedang menarik tangannya.
Sebuah sentuhan halus terasa di tubuh Sakura, ia merasakan sebuah rantai yang mulai melilit tubuhnya dan seketika menghujam jantung dengan rasa sakit luar biasa. Air mata itu menetes dari kedua pipi Sakura, tetapi kedua kelopak matanya enggan untuk terbuka. Lebih tepatnya ia tidak bisa membuka kedua matanya.Tubuhnya terasa menegang karena sakit di jantungnya, dan ia merasa begitu lemas hingga napasnya terengah-engah. Begitu menyakitkan hingga ia tidak tahan saat rantai dingin itu seperti membelenggu jantungnya.
Sakura menatap luar jendela dengan tatapan waspada, hari sudah beranjak pagi beberapa jam yang lalu. Ternyata selama ini ia sudah hidup dengan di kelilingi para Iblis, Sakura menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamarnya."Nona Sakura, apa Anda sudah bangun?" tanya Sean setelah mengetuk pintu tiga kali.
Saat itu juga aku berlari meninggalkan rumah dan memasuki mobilrange rovermilikku. Aku melesat pergi keluar dari Mansion. Membelah angin malam yang dingin menusuk kulit pucatku. Air mataku terus menetes membasahi kedua pipi, hatiku terasa sakit mengingat dengan apa yang dikatakan Ayah padaku. Bagaimana mungkin aku menikahi mereka, mereka yang telah menolongku di kampus dan selalu menjagaku. Oh Ibu. Meski aku belum pernah melihatmu, tolonglah anakmu ini.Aku menginjak pedal g