MasukViolen hanyalah seorang wanita yang tidak pandai menikmati dunia remajanya. 19 tahun usianya, tak satupun kenakalan yang diperbuatnya. Dunia kampusnya hanya berkutat dengan buku-buku, karya tulis dan menjadi yang terbaik dalam setiap pelajaran Namun siapa sangka jika takdir sedang ingin bersenandung syair dengannya. Sebuah kata yang hampir tidak pernah hilang dari muka bumi Ini, "cinta". Seorang Violen tiba-tiba diculik dengan kasar, dibanting kedalam mobil dan kepalanya ditutupi kain hitam Nyawa dan kesadarannya seakan-akan sudah terenggut saat itu, namun ketika dia dipaksa berjalan, lalu duduk disbuah kursi yang terasa dingin. Kain hitam itupun terbuka dan membuat mata indahnya melihat seorang pria tampan yang sedang duduk sembari tersenyum manis didepannya "maukah kau menjadi istriku?" ucap pria itu. Pria yang menjadi dalang dalam penculikkan Violen saat itu, Lalu mengapa harus menjadi istrinya?
Lihat lebih banyakViolen POVAku tidak tau bagaimana caranya takdir berjalan. Aku sudah melalui beberapa kesulitan dalam hidupku. Seperti yang kalian tau? aku tidak mengenal rasanya dicintai oleh seseorang. Aku hanya tau bagaimana rasanya mencintai ataupun berjuang untuk seseorang.Daren menemani hari-hariku kini tanpa aku minta. Kali ini tidak ada rasa keraguan bagiku. Mengapa? Karen kali ini benar-benar seorang daren yang berdiri didepanku. Bukan bayangannya. Sekali lagi kukatakan, aku tidak pernah meminta d
Bisikan-bisikan dari pengunjung café semakin terdengar. Aku berdiri tepat didepan Bryn. Menatap pria itu dengan tatapan tajam. Entah kemana perginya rasa takutku. Sudah cukup di tahun pertama kuliah dan dimasa SMA Bryn menggangguku. Aku benar-benar ingin tau mengapa ia sangat membenciku. “katakan padaku sekarang” pintaku“ apa yang akan kau berikan padaku? Jika kau begitu ingin tau mengapa aku melakukan ini padamu, baiklah akan aku beritahu. Tapi untuk itu harus ada imbalan untukku”
Violen POVDuniaku sedang hancur. Perasaanku sedang terluka. Sebenarnya apa yang kurang dari diriku?. aku punya banyak uang, aku pintar dalam segala mata pelajaran, dan aku bertingkah layaknya wanita sederhana. Aku tida pernah mengusik siapapun. Tapi duniaku benar-benar hancur.Benarkah aku sudah tidak punya harga diri?. ucapan bryn terngiang-ngiang dikepalaku. Namun kenyataan yang lebih membuatku terpuruk adalah, kenangan indah yang sempat aku rasakan. Perasaan konyol karena bahagia daren menghubungiku. Semua itu hanyalah sebuah kepalsuan. Semua itu hanyalah hal konyol yang lebih parah dari sekedar bermimpi
Violen POVAku berterimakasih kepada keberuntungan yang datang menghampiriku saat ini. untuk pertama kalinya aku merasa malam berlalu sangat lambat. Aku tidak sabar menunggu matahari menggantikan sang bulan. Dan hari inipun akhirnya datang juga. Aku membuat Lesley kesusahan karena memilih baju untukku. Aku memilih untuk tidak mengikat rambutku. Aku bahkan memberi sedikit riasan diwajahku. Kalian pasti sudah tau mengapa aku melakukan semua ini bukan?. Itu karena bagiku ini adalah hari dimana mimpi indahku seperti sebuah kenyataan. Daren ingin mengajakku makan siang di café Lesley. Benarkah sebuah kisah akan