Share

Suddenly Got Married (INDONESIA)
Suddenly Got Married (INDONESIA)
Author: Isna

Bab 1

Author: Isna
last update publish date: 2020-11-05 13:19:37

Dara Larasati, sedang menyapu halaman rumahnya, semenjak beberapa waktu lalu, ia baru saja menyelasaikan pendidikan sekolah menengah atas. Dara membersihkan sampah-sampah dan daun-daun mangga yang berserak di halaman rumahnya. 

Selesai menyapu halaman Dara masuk ke dalam rumah, ia menuju dapur. Dara ingin memasak untuk makan siang sebelum Bapak, dan ibunya kembali dari sawah. Ia memasak goreng ikan asin, tahu tempe, dan sayur asem. 

Dara yang baru saja selesai masak mendengar suara salam dari depan rumahnya.

"Assalamu'alaikum."

"Walaikumsalam." Dara bergegas berjalan ke depan.

"Mana Ibumu, Ra?" Tanya Bude Parmi, kakak perempuan ibunya Dara.

"Masih di sawah, Bude. Belum pulang." Sahut Dara.

"Oh, ya sudah ini Bude titip Undangan dari Pak Rt buat ibumu." Bude Parmi menyerahkan undangan berwarna hijau muda tersebut pada Dara.

"Makasih, Bude. Nanti Dara kasihkan ke ibu." 

"Ya, udah Bude pulang dulu kalo gitu." 

"Iya, Bude." 

Setelah Bude Parmi berlalu, Dara menutup pintu dan meletakan undangan yang diberikan Bude Parmi tadi di atas lemari TV. 

Dara memainkan Ponselnya, ia bertanya pada teman-temannya tentang lowongan pekerjaan untuknya, semenjak lulus sekolah dia hanya berdiam diri di rumah saja. Membantu Bapak dan Ibunya di sawah pun hanya sesekali saja. Padahal dia ingin seperti Ana temannya yang kini sudah bekerja di Kota. Tapi Bapak dan Ibunya melarangnya untuk mencari kerja jauh sebab dia hanya anak satu-satunya dari Bapak dan Ibunya.

Bapak dan Ibu Dara sudah pulang dari sawah, saat Dara sudah selesai menjalan ibadah Shalat Zhuhurnya. 

Dara mencium tangan kedua orang tuanya. 

"Ibu sama Bapak mau langsung makan, apa mandi dulu?" Tanya Dara.

"Mau mandi dulu saja." Sahut Ibu dan Bapak pun juga sama.

"Bikinin Bapak teh hangat ya, Neng!!" Ucap Bapak sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

"Iya, Pak." Dara membuat dua gelas teh hangat untuk Ibu dan Bapaknya.

Kemudian gadis cantik bertubuh mungil itu menyiapkan makanan yang ia masak tadi di atas meja makan.

Ibu sudah selesai mandi lalu duduk di kursi meja makan. 

"Kamu, masak apa, Ra?" Tanya ibu.

"Ini ikan asin, tahu tempe, sambel sama sayur asem bu." Aisya membuka tudung saji yang di dalamnya sudah sudah ada makanan yang ia masak.

"Hmm, anak ibu sudah pintar masak sekarang." Puji Ibunya Dara.

"Hehe, kan ibu yang ajarin." 

"Ayok kita makan, Bapak sudah lapar!!" Seru Bapak yang baru saja ikut nimbrung di meja makan.

Ibu segera mengambilkan nasi beserta lauknya dan memberikannya pada Bapak. Mereka bertiga makan siang bersama. 

Setelah selesai makan mereka bertiga duduk lesehan di lantai yang beralas karpet sambil nonton Tv dan meminum teh.

"Bu, tadi Bude Parmi ada titip undangan." 

"Undangan dari siapa?" Tanya Ibu.

"Gak tau, tapi tadi katanya dari Pak Rt, Bu." Dara mengambil undangan yang ia letakan di atas lemari Tv tadi, dan menyerahkannya pada Ibu.

"Undangan, siapa Bu?" Tanya Bapak.

"Oh, ini undangan Nikahannya anak saudaranya Pak Rt yang di kota Pak." Sahut Ibu.

"Oh, anaknya Pak Hermawan itu ya?" 

"Iya, Pak." 

"Ya, udah nanti kita datang kesana dulu Pak Hermawan sudah banyak membantu keluarga kita. Gak enak kalo kita gak datang." Ucap Bapak.

"Iya, Pak. Nanti Dara juga ikutan ya."

"Eh, kok Dara ikutan sih. Itukan undangan buat Bapak sama Ibu." Sahut Dara.

"Ya, gak apa-apa sesekali kamu ikutan." 

Dara menolak gak mau ikut datang ke undangan itu tetapi Ibunya ngeyel tetap menyuruhnya untuk ikut. Jadi ya sudah akhirnya Dara iyakan saja permintaan ibunya untuk ikut ke sana. Lagian undangannya masih minggu depan. 

Bersambung...

Terima kasih

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suddenly Got Married (INDONESIA)   Bab 1

    Dara Larasati, sedang menyapu halaman rumahnya, semenjak beberapa waktu lalu, ia baru saja menyelasaikan pendidikan sekolah menengah atas. Dara membersihkan sampah-sampah dan daun-daun mangga yang berserak di halaman rumahnya.Selesai menyapu halaman Dara masuk ke dalam rumah, ia menuju dapur. Dara ingin memasak untuk makan siang sebelum Bapak, dan ibunya kembali dari sawah. Ia memasak goreng ikan asin, tahu tempe, dan sayur asem.Dara yang baru saja selesai masak mendengar suara salam dari depan rumahnya."Assalamu'alaikum.""Walaikumsalam." Dara bergegas berjalan ke depan."Mana Ibumu, Ra?" Tanya Bude Parmi, kakak perempuan ibunya Dara."Masih di sawah, Bude. Belum pulang." Sahut Dara."Oh, ya sudah ini Bude titip Undangan dari Pak Rt buat ibumu." Bude Parmi menyerahkan undangan berwarna hijau muda tersebut pada Dara."Makasih, Bude. Nanti Dara kasihkan ke ibu."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status