LOGINDi waktu malam mulai semakin gelap, dan cahaya lampu jalanan yang remang-remang dengan sebagian lainnya berkelip, disitulah aku menyapa Hanum untuk pertama kalinya selama hidupku. Aku memandangi wajahnya yang sangat ayu nan cantik itu sambil dia membalas tatapanku tepat menatap ke arah mataku, meskipun hanya sesekali kemudian dia lepaskan kembali pandangannya daripadaku."Hei, sedang apa?""Kok bisa disini?""Oh iya, ada yang ditunggu? Dengan siapa kesini? Sudah hampir larut malam, gak takut kah?" Tanyaku terputus-putus sambil aku memainkan jari-jariku di atas tangkiminyak sepeda motorku.Dia memandangiku lebih tajam, kedua bola matanya melirik jelas ke arahku. Dia ingin segera menjauh dariku, seperti menyembunyikan sesuatu dan tak mau untuk menggubrisku walaupun hanya sebentar. Aku bergegas turun dari motor dan mengejarnya, kemudian aku langsun
Waktu itu, awal aku melihat Hanum. Benar, namanya adalah Hanum Sari Putri. Aku biasanya menyapa dengan sebutan 'Hanum' karena dia sendiri yang menyuruhku untuk memanggilnya begitu. Awalnya, aku mengenalnya pada saat ospek di salah satu kampus yang ada di kota ini. Kau tahu? Dia benar-benar membuatku terpesona oleh sorotan binar matanya, dan aku merasakan bahwa tubuhku itu bagaikan terjatuh di atas permadani yang sangat empuk dan menyamankan diriku ketika aku selalu menatap dan mencuri-curi pandang kepada wajahnya. Bagiku, dia wanita yang sangat manis, cantik dan tubuhnya juga menurutku sangat fantastis karena memiliki lengkungan yang sempurna di pinggul dan dadanya. Aku sangat mengaguminya dan aku senang menatap kecantikannya itu, sampai-sampai terkadang aku harus menahan malu jika kedapatan olehnya bahwa aku sedang menatap dirinya dari jarak yang cukup jauh."Kenapa sih dia ngeliatin aku terus?" Tanya Hanum sambil melakukan sedikit bahasa tubuh untuk menunjukku pad
Namaku Ahmad, aku seorang pria berkulit sawo matang dengan alis tebal dan cukup tinggi juga. Aku dilahirkan di kota Deli, sebutan lama untuk kota Medan yang sekarang ini. Aku ingin menuliskan kisah cintaku yang penuh kisah-kisah manis dan getirnya kasihku serta sedikit riwayat hidupku dalam sebuah kertas yang akan kau baca nanti. Aku menuliskan ini semua kepada jantung hatiku, permata dan intan berlian yang paling berarti bagi hidupku. Dia, yang telah mengajarkan aku tentang banyak sekali hal yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya di dalam keseharianku selama aku menginjakkan kedua telapak kakiku di atas bumi.Sayangku, andaikata engkau membaca tulisanku ini di saat ragaku tak lagi berada di dalam badanku, saat seluruh nafasku tidak lagi berhembus memompa darah ke jantungku, dan di saat engkau kehilangan aku untuk selamanya. Maka, ketahuilah bahwa aku mengabadikan kisahmu dan kisah kita bersama secara gamblang disini. Dan, aku bermohon padamu untuk tidak menyalah