FAZER LOGINSetelah menyerahkan buku kunjungan ke petugas Rumah sakit ini, aku dipersilahkan menunggu giliran untuk dipanggil kembali. Aku dan mas Faiz duduk dikursi ruang tunggu yang sudah di sediakan.Ada banyak ibu hamil yang memeriksakan kandunganya disini. Ada juga yang hendak kontrol pasca melahirkan. Sesekali kulihat anak kecil yang turut serta ikut ibunya periksa kandungan. Disebelahku duduk seorang perempuan sepertinya baru melahirkan, dan sebelahnya lagi ibu paruh baya menggendong bayi merah. Aku mengobrol dan berbasa basi." ini bayinya umur berapa mbak? " tanyaku sembari menyunggingkan senyum." baru seminggu mbak. Ini saya mau kontrol. ""iya dek, anak saya melahirkan disini juga, tapi dioperasi sesar. Mbaknya mau kontrol kandungan ya. Sudah berapa bulan? " tanya ibu paruh baya tersebut.Rupanya ini adalah ibu dari wanita yang barusaja melahirkan di
Waktu sudah menunjukan pukul 11.15, aku sedang bersantai menunggu waktu zuhur sembari membuka - buka album foto pernikahanku dengan mas Faiz. 9 bulan sudah aku menjadi seorang istri, dan kini aku tengah mengandung anak pertama kami. Usia kandunganku baru 7 bulan. Kupandangi selembar demi selembar foto-foto ini, nampak semua wajah ceria bahagia menyaksikan pernikahanku dengan mas Faiz. Terlebih lagi aku, perkenalanku dengan mas Faiz memang terbilang singkat, hanya 3 bulan melalui perantara ustadzah Rahma . Beliau adalah ustadzah yang mengisi di pengajian majelis Taklim pekanan di tempat aku kost. Ya, sebelum menikah aku ,Hanania Syarifah adalah seorang Karyawati di sebuah lembaga koperasi syaria'ah. Namun setelah menikah dan hamil, mas Faiz memintaku untuk resign dan fokus dirumah mengurus rumah tangga. Aku menurut, karena memang itulah kewajiban seorang istri.Aku tersenyum