로그인Keegoisan cinta selalu berujung menyakiti. Chandani Adirupa Bahuraksa (23) seorang muslimah yang taat dan tegar. Dia seorang Direktur Utama di sebuah perusahaan tekstile. Suatu hari ia kembali dipertemukan dengan Muhammad Aldebaran Prawiro (25) yang merupakan mantan kekasihnya sewaktu masih sekolah. Pria yang pernah dicintainya dengan segenap hati. Pria yang pernah memberikannya kebahagiaan dan rasa sakit secara bersamaan karena sebuah kesalahan fatal yang dilakukan pria tersebut. Kisah cinta di masa lalu yang menyedihkan. Aldebar datang menawarkan kebahagiaan. Dia melamar Chandani. Namun, semua itu sulit diterima karena Chandani belum bisa memaafkan kesalahan Aldebar di masa lalu. Kebencian memupuk dendam, dan dendam memberikan nestapa. Akankah Chandani menerima pinangan Aldebar dan hidup bahagia selamanya? Ataukah dendam akan menguasai hatinya hingga nanti? Apakah kesalahan fatal yang pernah dilakukan Aldebar di masa lalu? Ketahui jawabannya di Thanks to Allah. Kisah ini menguras emosi. Saya tidak bertanggung jawab untuk kebaperan kalian. Selamat membaca!
더 보기"Canda," panggil Alicia yang menyadarkannya Chandani dari lamunan."Em? Apa?" Ia mendongak menatap Alicia yang duduk di depan meja kerjanya."Loe kenapa sih? Pagi ini gue perhatiin ngelamun terus, loe lagi ada masalah?" tanya Alicia dengan tatapan serius.Chandani menggeleng. "Ngga, aku cuman lagi mikirin presentasi nanti, aku takut investor kita ngga suka," jawabnya."Ihh elo, gitu aja gugup, santai aja kali. Menurut gue ni yah, proposal loe itu udah bagus kok, gue yakin in
Chandani tengah berdiri didekat sebuah kamar pas didalam sebuah butik. Meski tirainya hanya terbuka sedikit, tapi ia dapat melihat dengan jelas ke dalam. Mata menyala, tangan mengepal kuat, airmata kekecewaan luruh membasahi pipinya yang merah merona. Dadanya terasa sesak, terasa ada beban berat menekan di dada. Kasedihan mendalam tengah dirasakan, ia membekap mulut agar tak mengeluarkan suara tangis pilu."Astagfirullah, ma," ucapnya lirih sembari menggeretakan gigi. Ia mengelus dada lalu menghela nafas teratur beberapa kali mencoba mengendalikan amarah. Ia mengumpat kedua orang gila itu dalam hati dengan tubuh yang mulai bergetar.Hatinya terasa dicabik dan ditarik paksa dari uluhati, kala melihat sang ibu yang selama ini ia banggakan tengah bercumbu mesra dengan sorang pria muda."Kenapa mama tega ngelakuin ini ke papa?" tanyanya pelan. Suaranya tak dapat terdengar oleh siapa pun.