LOGINMereka adalah suami dan istri jika di dalam rumah, tetapi berbeda ketika mereka berada di luar rumah. Mereka akan berperan sebagai dua orang asing yang tidak mengenal satu sama lain dan terus melakukannya selama tujuh tahun. Namun, tepat pada ulang tahun pernikahan mereka yang ketujuh tiba-tiba pernikahan mereka menjadi trending topik di seluruh dunia, sampai membuat seluruh wartawan merasa penasaran dan ingin mencoba untuk menemukan kebenaran tentang kehidupan pernikahan mereka yang tiba-tiba bocor ke media tanpa mereka tahu siapa pelakunya. Ini bukan tentang mereka, tetapi juga tentang Marvin, seorang CEO berusia 28 tahun yang terlibat skandal dengan beberapa aktris lainnya. Dan juga bukan hanya tentang pernikahan mereka yang tiba-tiba menjadi viral, tetapi juga tentang rahasia besar lain dari kisah cinta mereka yang membawa seseorang menjadi depresi.
View MoreMarvin membuka matanya, dia melirik istrinya yang masih tertidur. Setelah adegan kemarin, mereka berdua merasa begitu lelah sehingga mereka tertidur tanpa memikirkan kekacauan yang telah di buat istrinya. Dia segera bangun dari tempat tidur untuk mandi dan bersiap-siap pergi bekerja, meninggalkan istrinya sendirian yang masih tertidur tanpa berniat membangunkan wanita cantik itu.Setelahnya, ia langsung turun. Tanpa laki-laki itu sadari, istrinya sudah terbangun lebih dulu sembari diam-diam memperhatikan suaminya yang tampan. Risika tertawa tertawa pelan, lalu mengejar suaminya yang mungkin masih berada di bawah."Marvin sayang!" teriaknya menggoda.Marvin yang belum pergi bekerja hanya terkejut melihat keberadaan istrinya. Wanita itu berdiri dengan piyamanya, tidak lupa mengedipkan kedua matanya menggoda. "Wanita gila!" cibir Marvin sembari ia masuk kedalam mobil.Dengan cepat, Risika mendekati mobil suaminya dan i
James Arthur Dextan, fotografer terkenal di New York. Manajer dari seorang Aktris yang juga kekasihnya. Mereka berdua telah menjalin hubungan selama sekitar satu tahun, dan keduanya saling mencintai. Bahkan sekarang, dia tidak tahu bahwa kekasih yang di cintainya telah menikah dengan CEO terkenal.Mereka berdua tetap menjalin hubungan, sebagaimana mestinya. Kemudian, pria itu menuju ke lokasi syuting kekasihnya untuk menemani makan siang selama istirahat. Sesampainya di lokasi, ia langsung menghampiri pacarnya yang sedang sibuk merias wajahnya."Hai!" James tersenyum ke wajah kekasihnya sambil memberikan ciuman singkat.Risika yang selalu disibukkan dengan riasannya, segera meletakkan barang tersebut. "Apakah kamu tidak memiliki jadwal hari ini?" dia bertanya.James tersenyum menatap wajah kekasihnya. "Jika kamu ingin tahu, aku sedang melakukan jadwal tersebut, sayang!"Risika mengerutkan alisnya de
Marvin yang sedang mengisap rokoknya langsung melirik istrinya yang masih diam. Istrinya itu juga sama bingungnya dengan dia. Namun, di sini ia tampak bersalah, terutama didepan orang tuanya."Mengapa? Ingin menyalahkanku?" ucapnya tajam, dia kemudian melemparkan puntung rokoknya yang sudah mati.Ketika suaminya akan pergi, dia dengan cepat meraih tangan Marvin. Risika menghela napas terlebih dahulu. "Aku akan membujuk Ayahku!" balasnya memberi tahu Marvin yang langsung tertawa mengejek."Terserah! Lakukan jika itu yang kamu inginkan!" balasnya sembari melepaskan tangan istrinya, dia berjalan keluar dari dalam kamar. Tetapi sebelum memutuskan untuk pergi, dia berdiri didepan pintu. "Dan kita hanya perlu menunggu kehancuran kita sendiri!" lanjutnya, lalu segera pergi.Risika menatap punggung suaminya dengan kesal. Seharusnya, pria itu bisa diajak untuk bekerja sama, daripada meninggalkan dirinya sendirian.
Wanita berusia 24 tahun itu sedang menunggu kekasihnya di salah satu restoran ternama, sembari menunggu kekasihnya datang, ia memesan sesuatu agar tidak terlalu bosan.Ia membuka layar ponselnya untuk membuka media sosial, dan tiba-tiba ia tersenyum ketika teringat sesuatu.Dia baru sadar kalau dia tidak punya nomor telepon suaminya sendiri, karena kemarin mereka terlalu sibuk dengan hal-hal lain, sehingga mereka bahkan tidak sempat meminta nomor telepon satu sama lain."Hai! Maaf, aku datang terlambat!"ucap pria itu merasa bersalah.Pria itu duduk di depan Risika yang langsung meletakkan kembali ponselnya.Sementara itu, James memesan sesuatu agar ada yang bisa di nikmati."Apakah kamu sibuk hari ini?"tanyanya membuka percakapan.