INICIAR SESIÓNSetelah selesai makan, Nazula beranjak pergi ke ruang tengah untuk menonton siaran tv.
Mentari telah muncul, ayam mulai berkokok. Pagi hari telah tiba, saatnya Nazula untuk bekerja.
Setelah 3 hari menunggu di rumah sakit, akhirnya hasil tes DNA yang ditunggu-tunggu telah keluar."Mbak ini hasil tes DNA nya, insyaallah sudah akurat," ucap suster, seraya menyodorkan amplop, berisi kertas hasil DNA.
Tetapi semakin lama perasaan Nazula semakin tak enak saja, seperti dipantau makhluk gaib."Ni orang minta di geprek ya!"Nazula marah-marah sendiri, namun tak mengeluarkan suara. Hanya menggerutu di dalam hatinya."Gak bisa dibiarin ni orang, awas aja ya aku bakal hilangkan jejak,"Nazula berlari secepat kilat, sampai pada akhirnya sampai juga di rumah sakit untuk menemui Ibunya, sekaligus ingin memberikan bubur."Assalamualaikum bu, udah makan belum?" Tanya Nazula dengan lemah lembut."Belum nak,""Nazula bawain Ibu bubur ayam loh, Ibu makan ya Nazula suapin,""Wah itu bubur kesukaan Ibu ya?""Iya tadi Nazula beli,"Nazula menyuapi Ibunya
"Waduh kalo dia mau macem-macem gimana, apa aku buka pintunya aja ya?" Nazula bertanya-tanya pada dirinya sendiri.Nazula perlahan akan mendekati pintu, dia ragu ingin membuka pintu atau tidak. Tetapi jika tak dibukakan pintu bagaimana dengan omongan tetangga."Assalamualaikum,"Orang itu memberi salam sambil terus mengetuk pintu, berharap ada seseorang yang membukakan pintunya."Waalaikumsalam, kenapa anda kesini!" Cetus Nazula."Saya ingin bicara dengan kamu, boleh saya masuk? jangan khawatir, aku tak akan bermacam-macam,"Nazula akhirnya memperbolehkan orang itu masuk ke dalam rumahnya, ternyata memang benar niatnya kemari hanya untuk bercerita."Saya mau menceritakan tentang Ayah kamu Nazula,""Bagaimana
Setelah hari berganti malam, Nazula buru-buru pulang ke rumah sakit untuk menemani Ibunya.Lagi pula di hotel itu kerjanya menggunakan sistem bergantian, jadi Nazula tak merasa kelelahan."Assalamualaikum bu, eh udah tidur ya." ucap Nazula seraya membuka pintu ruang rawat.Ibu Nazula sepertinya sedang bermimpi, karena sampai menangis tersedu-sedu tanpa di sadari oleh dirinya sendiri."Loh Ibu kenapa nangis-nangis, tapi kok matanya masih terpejam,"Nazula bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Nazula khawatir dan cemas jika terjadi sesuatu pada Ibunya.Dengan segera, walaupun dengan tak enak hati Nazula membangunkan Ibunya. Lalu Nazula menyuruh Ibunya meneguk segelas air putih supaya lebih tenang."Ibu kenapa?" tanya Nazula sembari memeluk