"Apa yang kau lakukan Lara? Aku tidak menduga kau akan melakukan ini padaku?!" teriak Jovanka disertai isak tangis.“Apa yang kau lihat—apa kau ingin aku mengulanginya lagi di depanmu?!” ucapku dengan nada dingin.Terlihat jelas dari sorot mata kemarahan pada wanita yang orang sebut sebagai sahabat ini. Jovanka mereka selalu bilang adalah sahabatku paling baik. Namun, semua itu hanya tampak dari luar saja.Aku sama sekali tidak butuh yang namanya sahabat, terkadang mereka baik di depanku tetapi mereka menusuk dengan sangat kejam dari belakang. Lebih baik aku menusuk mereka dari depan, sebelum mereka menusukku dengan keji.“Katakan padaku Matteo? Mengapa kau bermesraan dengannya? Apakah aku tidak memuaskanmu hah?! Apakah kau tidak waras? Sebentar lagi kita akan menikah?” pekik Jovanka pada Matteo yang masih berada di sampingku.Matteo berusaha menenangkan Jovanka, dia terlihat kelabakan menghadapi wanita yang sudah dia kencani selama satu tahun. Dan mere
Terakhir Diperbarui : 2020-09-11 Baca selengkapnya