Share

The art of kissing
The art of kissing
Author: Lidya Gusfitri

Bagian 1

last update publish date: 2020-10-27 18:47:17
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The art of kissing   Bagian 11

    Kalvi mengedikkan kepala, meregangkan sendi lehernya. Dia menarik pundak kebelakang meluruskan punggung untuk meringankan pegal-pegal karena seharian berdiri. Sudah lama sekali sejak terakhir kali dia harus berdiri sepanjang hari untuk bekerja. Biasanya hari-harinya diisi pergi ke satu panggung ke panggung lain, dengan banyak duduk diatas mobil. Tapi tidak dengan hari ini. Dia akan berdiri sepanjang hari.“Sayang kamu tidak capek,” ujar Kalvi menatap Lingka yang mondar-mandir melayani pembeli.Lingka hanya tersenyum. Dia sudah terbiasa dengan mondar-mandir dipekerjaannya. Selama ini Lingka selalu dikejar waktu antara rumahnya dan tempat studio pemotretan. Sepertinya pengalaman yang membawa pengaruh baik baginya dalam bridal show ini. Hampir setiap pengantin mengantongi gaun yang di peragakannya, semuanya terlihat bersemangat membeli. Lingka rasa usahanya telah berhasil memasarkan produk Badu.“Kalv, setelah ini kit

  • The art of kissing   Bagian 10

    Lingka berjalan tegap menuju X Convention Center, bertekad menjalankan perannya sebagai tunangan Kalvi dalam kemunculan publik pertama mereka di acara bridal show Badu, tapi dia tidak akan mengulangi kejadian berciuman yang memalukan malam itu. Mengingat kejadian malam itu membuat Lingka malu sekali, baru sekali itu dia berciuman di muka publik yang secara terang-terangan memalukan sekali jika di ingat. Itu semua karena pesona Kalvi yang selalu dominan membangkitkan hasratnya. Mengingat bibir merah maroon Kalvi membuatnya terlena dengan permainan lidah Kalvi, harum napasnya khas cengkeh, bibir lembut yang pas untuk di hisap, dan aroma tubuh Kalvi yang sangat memikat untuk meloloskan dirinya dalam dekapan pria itu. Ah, mengingatnya saja sudah membangkitkan hasarat berciuman Lingka yang ingin merasakan saat ini juga.Kalau di pikir-pikir lagi, Kalvi tampak santai saja dengan kejadian malam itu, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa padanya. Atau a

  • The art of kissing   Bagian 9

    Kalvi menenggak minumannya yang merupakan campuran antara rum dan cola. Menikmati hangat dan gasnya cairan itu. Dia membutuhkan ini sampai nongkrong larut malam, minum-minum dengan teman-teman grup bandnya."Tunangan," Ruki menyeringai dari balik gelas bir." Aku masih tak percaya.""Aku juga," timpal Lucki." Sepertinya kita kehilangan juru bicara persaudaraan lajang kita. Mungkin aku akan menggantikanmu. Pasti susah bermain dengan wanita yang berbeda setiap minggu, tapi aku bersedia menggantikan dirimu.""Kau boleh mencoba menggantikanku, tapi kau tak sebaik aku dalam memikat wanita." Kalvi mengedik. "Sebaiknya cepatlah terbiasa dengan aku yang sudah tidak lagi bersama kalian.""Menurutku, yang harus membiasakan diri dengan perubaha itu kau. Tidak ada lagi keluar minum-minum, jalan-jalan ke luar kota, atau sekedar wanita cantik. Dan semua karena kau memutuskan untuk memasang cincin di jari manis Lingka itu." Ryan tertawa. Suaranya langsung mengesalk

  • The art of kissing   Bagian 8

    Waktu terus berputar menampakkan seorang wanita tengah celigak-celinguk seperti mencari seseorang. Itu adalah Lingka yang kini berdiri di tengah kerumunan banyak tamu undangan, ia kehilangan Kalvi. Dia terlalu menikmati bercengkrama dengan tamu-tamu, hingga sosok tunangannya tadi sudah tidak terlihat lagi di sisinya. Entah kemana perginya Kalvi, sudah seperti di telan masa demo saja, sebentar lagi rencana utama akan dimulai membuat Lingka di luputi rasa kecemasan. Ini menyangkut profesinya yang akan dipertaruhkan di hadapan publik sedangkan Kalvi berleha-leha entah kemana.Di tengah kecemasannya saat ini, tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seorang tamu undangan, seorang perempuan yang berpenampilan mencolok dari segi dandanan wajahnya."Eh, Lingka. Kudengar kau mau berumah tangga? Apa benar? Kan sekarang posisimu lagi naik daun di setiap pemberitaan." Perempuan itu bertanya dengan nada sedikit mengejek.Lingka tampak santai, karena ini semua akan benar adany

  • The art of kissing   Bagian 7

    Saat ini Lingka dan Kalvi sudah berada dalam sebuah ruangan. Mereka siap melakukan sandiwara yang ditawarkan Badi dengan segala persyaratannya."Sayang, apakah kau sudah siap melakukannya?" Tanya Kalvi, datang untuk berdiri di depannya.Setelan yang hitam rapi membuat warna mata dan senyumannya lebih terang. Kalau saja Lingka tidak mengetahui Kalvi adalah seorang anak band metal yang selalu berpakaian urak-urakan ketika manggung, mungkin ia akan berpikir bahwa pria itu adalah seorang model. Tinggi, berdada bidang, dan terlihat sehat ..... setelannya terlihat seperti dibuat khusus untuk ukuran tubuhnya."Ya, aku siap Kalv." Lingka menatap lembut ke arah Kalvi.Mereka akan dijejalkan ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan orang-orang yang mereka kenal sebagiannya. Ditambah sekelompok tamu tak dikenal yang diundang Badi.Dan tentu saja perwakilan media tidak luput diundang kedalamnya. Karena itu adalah cara efektif untuk menyebarlu

  • The art of kissing   Bagian 6

    "Baiklah, kesepakatan kerja ini akan menguntungkan kita dan ini boleh-boleh saja untukku. Tapi bagaimana menurutmu kita mempromosikan ini ke publik Badi?" Lingka bertanya kepada Badi. Lingka merasakan helaian rambutnya menutupi sedikit wajahnya mengibaskan rambut itu ke belakang, dan rambutnya yang lurus itu tersusun rapi mengikuti garis punggungnya."Nah, itu yang akan kita bahas." Sahut Kalvi berdiri melangkah ke jendela-jendela tinggi di samping meja Badi. Merasakan udara segar yang masuk ke dalam ruangan itu.Tapi ini juga agak rumit bagi Kalvi yang tidak terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu. Ia lebih handal menjajalkan suaranya di panggung dari pada berpose-pose di kamera.Dia menghadap ke arah Badi dan Lingka. Penawaran ini sudah pasti menguntungkan untuknya dan Lingka.Melihat wajah Lingka yang bersemangat membuat Kalvi senang. Ia ingat bagaimana gairah Lingka waktu melakukan permainan-permainan bibir dengannya itu sangat menyenangkan. Saat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status