Mag-log inSelesai sarapan, Arifin kemudian bangkit dari duduknya. Dia kemudian menghampiri Tanti." Aku berangkat dulu yah Tanti." Ucap Arifin." Iya. Hati- hati Mas. "Arifin kemudian pergi meninggalkan Tanti. Dia berangkat ke kantor seperti biasa.******Sore ini, udara cukup cerah. Tanti tampak sedang menyapu halaman depan rumahnya. Tiba-tiba saja sebuah mobil mewah berparkir di hadapannya. Tanti menatap ke arah mobil itu. Tanti penasaran dengan siapa orang yang telah berhenti tepat di hadapannya.*Siapa yah.* Batin Tanti.Seorang lelaki berpawakan tinggi tegap, dan dia memakai sepatu mengkilap dan pakaian yang serba hitam seperti seorang sopir. Namun, wajah pria itu cukup tampan dan dia masih muda." Selamat sore Mbak." Ucap Lelaki itu." Selamat sore. Cari siapa yah?" Tanya Tanti." Saya mau nyari Mbak Tanti. Apakah Mbak Tanti tinggal di sini?"Deg. Tanti sangat terkejut. Siapa yang tidak akan terke
Warning DEWASA (21+)Seorang lelaki muda, tampan, dan mempesona, tampak sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia adalah Arka Wijaya, seorang pengusaha muda yang sudah mempunyai istri, namun sampai sekarang, di antara kedua istrinya itu, belum ada yang hamil dan belum ada yang bisa memberikan Arka seorang anak. Padahal keluarga besar Arka, sangat menginginkan Arka itu mempunyai anak. Apalagi orang tua Arka.Arka masih menatap tajam seorang lelaki bujang, yang bernama Arifin. Arifin adalah karyawan di kantor Arka.