LOGINElard Cetta merupakan pemuda yang sulit menetap pada satu hati. Namun, dia percaya bahwa setiap manusia memiliki jodohnya dan hanya akan memberikan cintanya pada wanita yang mampu memikat hatinya. Hingga dia bertemu dengan Belinda, seorang gadis yang menjadi dosen di kampusnya. Seorang gadis yang mampu memikat Elard hanya dengan pandangan pertama. Apakah Elard mampu meraih cintanya? Sedangkan di sisi lain, Belinda sudah memiliki pujaan hatinya. Membuat wanita tersebut mulai diambang kebimbangan. Apakah yang akan dilakukan selanjutnya?
View More“Sayang?” gumam Belinda yang langsung menatap Cakra lekat. “Sayang siapa, Cakra?” tanya Belinda penasaran.Cakra yang mendengar terdiam. Dia segera menatap ke arah ponselnya dan meraih pelan. Perlahan, dia kembali menatap ke arah kekasihnya dan menarik kedua sudut bibirnya, membentuk sebuah senyum manis yang membuat Belinda terdiam seketika.“Dia sahabatku, Sayang,” jawab Cakra sembari mematikan panggilan.“Sahabat?” ulang Belinda dengan kening berkerut dalam. “Lalu, kenapa dia kamu berinama Sayang?” tanya Belinda penasaran.Cakra tertawa kecil dan mengembuskan napas pelan. Dia mulai meletakan ponsel dan meraih jemari Belinda pelan. “Bagaimana aku tidak memberikan nama dia Sayang? Soalnya nama
“Kamu sejak tadi memikirkan Belinda, El? Kamu sadar, ada orang yang lebih pantas kamu pikirkan dari pada dia.”Elard yang mendengar diam seketika. Dia bahkan menghentikan seruputannya dan menatap ke arah Queen lekat. Keningnya berkerut dalam dengan tatapan bingung. Pasalnya, terlalu banyak wanita yang mengejarnya dan dia tidak selalu hafal dengan orang-orang tersebut.“Maksud kamu siapa, Queen?” tanya Elard masih dengan wajah bingung.Queen terdiam. Matanya menatap ke arah Elard dengan tatapan cemas. Pasalnya, dia sendiri tidak sengaja mengatakan hal tersebut. Bahkan, dia memelankan kunyahan dan menatap Elard lekat.Apa aku katakan saja apa yang aku pikirkan, ya, batin Queen dengan tatapan serius.“Maksud kamu Kirana?” tebak Elard membuat ucapan Queen terhenti seketika. “Aku tidak suka dengannya. Dia itu terlalu manja dan juga kecentilan. Sedangkan a
“Belinda.”Cakra yang melihat Belinda bersama dengan Elard segera melangkah lebar. Mendekati dua orang dengan ekpresi yang berbeda. Pasalnya, Belinda terlihat begitu tegang. Sedangkan Elard, dia hanya santai menatap ke arah Cakra yang sudah mendekatinya dengan tatapan kesal. Hal yang tidak membuatnya takut sama sekali.Cakra menghentikan langkah dan menatap kesal. Secepat kilat dia menarik Belinda keras, membuat wanita tersebut membentur dada bidangnya keras. Namun, Belinda hanya diam dan tidak memprotes apa pun.Elard yang mendengar mendesis kesal dan menatap Cakra penuh permusuhan. “Anda seharusnya bersikap lembut dengan wanita,” ucap Elard penuh kebencian. Matanya menatap ke arah Belinda yang hanya diam di dekat Cakra.
Astaga, siapa ini, batin Elard mulai mengulas senyum tipis.“Sorry, aku tidak sengaja,” ucap wanita di depannya dengan suara yang mengalun lembut. Tangannya segera melepaskan dekapan Elard dan menatap canggung. Pasalnya, Elard menatapnya lekat. Menimbulkan sedikit perasaan tidak nyaman.Queen yang melihat berdecak kecil dan menatap wanita di depan Elard dengan senyum tipis. “Ibu Belinda tidak kenapa-kenapa?” tanya Queen dengan suara lembut. Dia segera melangkah ke arah Belinda berada.“Tidak apa, Queen,” jawab Belinda dengan tatapan ramah. Dia segera menunduk dan mengambil bukunya cepat.Elard menatap Queen dengan kening berkerut heran. Ibu? Maksudnya?, batin Elard sama sekali tidak pernah