Setelah menunaikan ibadah salat subuh berjamaah di masjid desa, Mahanta langsung masuk ke dalam kamarnya dan mulai berganti pakaian. Ia melihat Siera yang sedang tertidur di atas ranjang, kemudian mengelus rambutnya dengan gerakan pelan sebelum keluar dari kamar. Karena hanya hal sederhana itulah yang bisa ia lakukan. "Sieranya mana, Ta?" tanya Hilda begitu Mahanta muncul di dapur rumah mereka dengan pakaian yang biasa dipakainya untuk bekerja. "Ada. Masih di kamar, Bu." Mahanta menarik salah satu kursi makan, dan duduk di sana. "Kenapa? Ibu ada perlu sama Siera?" "Ibu enggak ada keperluan apa-apa sama dia! Tapi ...," Hilda menghela napas kasar, mencoba untuk tetap berbicara dengan nada sabar. " ... Ibu udah bilang kan kalau kamu udah mulai masuk kerja, dia enggak boleh leha-leha. Dan seharusnya dia yang ngurusin semua keperluan kamu sekarang, bukannya Ibu, Ta." "Jadi, Ibu udah enggak mau nguru
Terakhir Diperbarui : 2020-08-14 Baca selengkapnya