MAS ROY ¦ 13*****" Mas Roy, cakep bener... pagi-pagi sudah rapi begitu." celetuk Fia, membuatku tergagap dan tersadar jika sedari tadi aku begitu mengagumi Mas Roy. " Ada meeting dengan klien penting." jawab Mas Roy singkat, lalu lelaki itu melenggang masuk menuju ruang kerjanya. " Kenapa semakin hari Mas Roy semakin tampan sih. Aku mau jadi pacarnya, itupun kalau Mas Roy mau. Seingatku ya, Mas Roy itu kan tidak punya pacar. " ucapan Fia membuatku susah menelan saliva. Seandainya Fia tahu jika semalam Mas Roy melamarku, aku tak tahu apa reaksinya. Tapi yang jelas, aku belum ingin memberitahu padanya tentang rencana pernikahanku dengan Mas Roy. Seolah tersadar akan sesuatu, aku berusaha berpikir. Masa kerjaku di kantor ini baru satu tahunan. Dan saat pertama kali
Terakhir Diperbarui : 2020-10-02 Baca selengkapnya