Sekarang giliran Irna yang terus mengomel karena tindakan Yoora menjual namanya untuk mencari aman. Sedangkan Yoora sendiri terus mencoba beribu cara agar sahabat terbaiknya ini tidak ngambek begitu kepadanya. Sejak awal istirahat, Yoora terus mengekori Irna kemanapun ia pergi. Sampai Irna sungguh lelah dengan tingkah Yoora. Memberhentikan langkahnya. Berpaling menatap Yoora. Lantas mengajak Yoora ke taman kampus. "Mianhae... jeongmal mianhae, Irna-ya. Aku sungguh terpaksa."Setelah berhasil duduk di salah satu kursi di sudut taman, Irna menghempaskan nafas panjang. "Irna-ya ... jeongmal mianhae ...," kata Yoora lagi. Memohon. "Jangan mendiamkanku. Jebal ...."Irna masih tetap bergeming. Namun akhirnya ia mengatakan sesuatu juga. "Ini tidak bisa dibiarkan, Yoora-ah. Kau harus bertindak sesuatu.""Mwo?"
Last Updated : 2020-10-10 Read more