"I hate you," ucap Zyrach datar, membuat William tertawa pelan. "Sini." "Kau memerintahku?" tanya Zyrach tidak percaya. "Aku sudah menyewamu, mulai sekarang kau harus menurut," ucap William ringan. "Belum. Kau sendiri yang bilang ini adalah bisnis, maka harus ada tanda tangan kontrak," balas Zyrach melipat kedua tangannya di depan dada, mencoba bersikap profesional. "Oke kalau begitu mau mu, akan di urus." Setelah itu, William mengambil ponselnya, lalu mengetik sesuatu. Zyrach yang melihatnya pun sedikit curiga, lantas ia langsung menuju ke dapur untuk membuat makanan. Perutnya sudah meronta-ronta sejak tadi. Zyrach membuka kulkas double pintu berwarna hitam itu dan memutuskan untuk membuat spageti, tidak sampai 20 menit, ia telah selesai memasak. Kemudian, ia membagi spageti tersebut menjadi dua piring. Satu untuk dirinya da
Last Updated : 2020-10-02 Read more