Smartphone Tamara berdering, alarmnya berbunyi tepat pukul 04.30 membuat gadis itu menggeliat lalu terbangun.Dengan segera Tamara mematikan alarm di ponselnya, kembali pada layar utama di mana terdapat foto dirinya dan seorang pria 50 tahunan yang tak lain adalah ayahnya itu.Hanya ponsel itu satu-satunya yang ditinggalkan oleh ayahnya. Tadinya ia ingin menjualnya, namun Diana tak mengizinkan. Ibunya itu berkata jika ponsel itu adalah satu-satunya sarana melepas kerinduan pada ayah, meski tak dapat saling berkomunikasi. Tamara berlari menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya dengan air dingin. Tak butuh waktu lama baginya untuk mandi dan berdandan. Kini tubuh mungil itu sudah rapi dengan seragam putih abu-abunya, siap ke sekolah meski ia tahu jika ia tak akan tenang selama masa SMA ini."Sarapan dulu, Ra," kata Diana mengingatkan."Ma, Rara bawa bekal aja deh. Udah siang ini, takut telat," jawab Tamara."Lh
Last Updated : 2020-09-23 Read more