Didepan meja, sudah terdapat sebuah kue dengan lilin yang menyala. Dia tersenyum, lebih tepatnya memaksakan dirinya untuk tersenyum. Tangannya mengatup didepan dadanya, matanya terpejam. "Selamat ulang tahun Rania, sama seperti tahun sebelumnya, selalu sendirian. Di tahun ini, semoga Papah mau menyayangi Rania. Rania, sayang Papah..."Dia meniup lilinnya, lalu air matanya menetes. Dia terisak, melihat foto album yang ada diatas meja samping kue ulang tahunnya. Disana, seorang wanita dewasa dan pria, memeluk seorang anak perempuan mirip sepertinya. Rania tersenyum, dia mengelus bingkai fotonya. "Mungkin belum waktunya Papah sayang sama Rania. Rania akan nunggu Papah sayang seperti Papah sayang Kak Maria."Dia memeluk bingkai fotonya, dia terisak dengan kencang. Dadanya sesegukan naik turun merasakan sesak didadanya. Dia merasa kesepian, sepanjang hidupnya. Tanpa mendapatkan kasih sayang dari sang Papah. Kesepian, seora
Last Updated : 2020-11-02 Read more