Seorang wanita menatap pantulan dirinya didepan cermin, ia terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih yang melekat ditubuh rampingnya. Hanya ia sendiri saja didalam kamar itu, kamar yang sangat indah untuk pasangan pengantin. Setetes air mata mengalir di pipinya, kala mengingat hal yang akan terjadi padanya. Ia tidak mengerti apa keputusannya sudah benar atau tidak. Wanita itu segera menghapus air mata yang menetes melewati pipinya, ia menoleh kala mendengar suara pintu kamar yang terbuka. Seorang wanita paruh baya mendekat kearahnya dengan tatapan sayu. "Maaf, sayang," ucap wanita paruh baya itu dengan linangan air mata, membuat wanita itu segera memeluk pinggang wanita paruh baya itu, yang tidak lain adalah ibunya. Sang ibu terus mengelus puncuk kepala putrinya itu, berusaha untuk menenangkan putrinya. "Sudah, jangan menangis la
Huling Na-update : 2020-11-06 Magbasa pa