"Ke mana saja kamu baru pulang sekarang?"Suara Ayah mengejutkanku tepat saat aku masuk ke dalam rumah. Aku meneguk saliva kasar. Kupikir ini masih terlalu pagi bagi Ayah untuk bangun. Ini masih jam 3 dini hari."A...yah belum tidur?" tanyaku terbata. Lampu tengah ruang tengah masih mati sehingga aku sedikit kesulitan mencari sosok pria dengan rambut hitam yang sudah mulai beruban. Duduk di mana dia?Pertanyaanku terjawab tidak lama kemudian karena lampu tiba-tiba menyala. Mataku menyipit dan mendapati Ayah berdiri di depan saklar lampu. Ayah sudah memakai piyama, matanya melotot tajam ke arahku dan bibirnya merengut tipis."Jawab pertanyaan Ayah, dari mana kamu jam segini baru pulang?" desis Ayah tajam.Aku menunduk. Tanganku mencengkeram kuat-kuat tas kulit berwarna hitam pemberian dari Bima, pacarku. Perlahan-lahan, rasa marah yang beberapa jam lalu menggelayut dalam hati berubah menjadi rasa bersalah luar biasa."Starla..."
Last Updated : 2020-11-14 Read more