****Senja yang tenang, sorot mentari berhasil menembus kamar kediaman Ratu Jing Mei.Wanita itu menikmatinya bersama pelayan setianya, Jang Nia.Jing Mei tak keberatan jika Jang Nia menempel di lengannya, bergelayut manja. Jing Mei menikmati tehnya, ia sama sekali tak terusik dengan Jang Nia yang berkali-kali mendekap lengannya."Ada apa?" tanya Jing Mei tanpa menatap Jang Nia yang kelihatan begitu resah."Aku merindukanmu," jawabnya lirih."Aku sudah ada di sampingmu," ucap Jing Mei menenangkan. Gadis pelayan itu menatap mata sang ratu."Semenjak ada Raja aku merasa tersisihkan," ucap Jang Nia mendengkus kesal. Jing Mei tersenyum tipis, ia mencubit pipi gadis itu."Aku tak bermaksud seperti itu. Maafkan aku," ucap Jing Mei disambut senyuman Jang Nia. Gadis itu begitu perhatian padanya, ditawarkannya secawan teh kepada Jing Mei.Jing Mei tak menolak, ia
Terakhir Diperbarui : 2020-11-15 Baca selengkapnya