The Second Marriage [Indonesia]
Novel kelanjutan After Married [Lisa Gavin] Di Dreame!!!
Ini hanyalah sebuah ungkapan kecil dariku, dari hati yang paling dalam.
Untukmu, Gavin Helga...
Kau tau bahwa kau adalah kekutanku. Seperti jantung yang dialiri darah.
Aroma manis tentangmu masih terus berputar di dalam kepala ini. Di dalam ruang persegi di mana hanya kebahagiaan tinggal kenang dan terpendar samar, dengan harapan selalu aku tersemogakan dalam setiap doaku pada Allah. Meminta untuk bersama, memohon berakhir bahagia.
Tapi takdir tidak sebaik itu. Takdir berkata lain. Meski aku memohon tidak pantas menerima takdir ini, tetap layaknya bintang yang nyaris mati—terlalu sempurna bila menolak ketidakadilan ini. Aku menggengam erat bintang yang mulai meredup nyaris mati, sangat erat.
Mampukah aku bertahan melewati ini semua? Mampukah aku ikhlas menerima semuanya?
Di sisi lain, aku tidak sanggup atas kepergianmu. Jadi, aku hanya bisa sekedar berpikir, topeng apa yang aku kenakan? Bagaimana cara berpura-pura sekarang?
Kau tau? Bagaimana rupa cermin sudah retak, berkeping-keping menjadi beberapa bagian. Hancur bukan? Maka aku akan mengatakan hal sama. Begitulah perasaanku sekarang. Sangat teramat hancur dan retak. Retak yang tidak bisa disatukan kembali.
Aku abu sekarang, yang siap dihembuskan kemana pun oleh angin. Aku marah kepada Sang Maha Kuasa, doa setiap malam aku elukan, doa setiap hembusan napas. Dia tidak mau mendengarku ... Kenangan dan harapan egois semacam itu terus menyiksa dan membalut hati dalam satu waktu. Barangkali aku memang kurang menerima kenyataan, barangkali aku belum cukup menerima takdir. Yang aku cintai pada akhirnya akan hanya bisa mengenang. Kenangan dengan harapan semu, kenangan yang berusaha aku gapai dan aku sentuh. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan perasaan pilu dibaluti duka?
Pada akhirnya bintang yang aku genggaman sudah mati. Meredup. Lenyap. Jika Allah memberi satu kesempatan, aku akan merengkuh tubuhmu dan memaafkanmu.
Aku membutuhkanmu, suamiku ...
Selalu aku menangis untuk mengharapkan kamu kembali meski itu fana.