LOGINKenangan dan harapan egois semacam itu terus menyiksa dan membalut hati dalam satu waktu. Barangkali aku memang kurang menerima kenyataan, barangkali aku belum cukup menerima takdir. Yang aku cintai pada akhirnya akan hanya bisa mengenang. Kenangan dengan harapan semu, kenangan yang berusaha aku gapai dan aku sentuh. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan perasaan pilu dibaluti duka? Pada akhirnya bintang yang aku genggaman sudah mati. Meredup. Lenyap. Jika Allah memberi satu kesempatan, aku akan merengkuh tubuhmu dan memaafkanmu. Aku membutuhkanmu, suamiku ... Selalu aku menangis untuk mengharapkan kamu kembali meski itu fana.
View More