author-banner
recehanoppa3
recehanoppa3
Author

Novels by recehanoppa3

Saseng Fan

Saseng Fan

Sasaeng Fan gila psikopat berusaha mengejar para member Treasure bahkan tak segan untuk membunuh mereka. Lantas apa motif dibalik semua hal tak waras yang dilakukannya itu?
Read
Chapter: Junkyu Hampir Dibunuh
"Gue tahu lu nyembunyiin sesuatu dari kita, bilang aja kali," kata Asahi mencoba mendorong Jaehyuk untuk mengatakan yang sebenarnya."Udah gue bilang kan kalo ini gak penting, udah ah gak usah dibahas lagi," kata Jaehyuk bersikeras untuk menyembunyikan rahasianya. Bukan karena dia jahat dengan member lain karena tak ingin membeberkan kebenaran, tetapi ia hanya ingin semua member tetap aman tanpa masalah apapun."Oke," Asahi menutup pembicaraan mereka berdua secara singkat dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain yang semula mengarah ke badan Jaehyuk. Suasana langsung berubah dingin di dalam mobil itu karena tidak ada lagi yang mau melontarkan obrolan.Bahkan sang leader Hyunsuk masih tetap diam seperti tak mau tahu lebih lanjut tentang keadaan Jaehyuk yang cukup mencurigakan. Cukup aneh karena biasanya Hyunsuk akan cepat menanggapi hal-hal seperti itu, namun tidak untuk kali ini."Oke, ini stage pertama buat album ketiga kita y
Last Updated: 2020-11-17
Chapter: Aku Tak Ingin Memberi Tahu
"Plis, buat hari ini aja, gue minta kesempatan terakhir, kesempatan dimana gue masih bisa hidup di dunia ini, gue mohon banget, sekali ini saja!! Oke?!!!" Jaehyuk dengan badannya yang sedikit membungkuk itu menatap sosok yang ada di depannya dengan gemetaran. Bagaimana tidak, hampir saja lehernya akan ditebas begitu saja dengan pisau daging yang sudah dipegang sedari tadi oleh sosok bermasker misterius itu, jika saja Jaehyuk tidak segera bertindak untuk meminta ampun. Entah kenapa hal sederhana bisa menyelamatkan nyawa Jaehyuk yang hampir hilang beberapa detik lalu di tangan seorang psikopat."Gue bakal lakuin apapun!" Jaehyuk mencoba meyakinkan orang di depannya agar berubah pikiran dan benar-benar tidak jadi membunuhnya."Apapun yang lo minta!" katanya dengan penuh penekanan hingga urat di sekitar lehernya muncul ke permukaan kulit.Di gang sempit yang gelap itu, pancaran sinar bulan pada malam hari menyoroti mata sesosok misteriu
Last Updated: 2020-11-14
Permintaan Louis

Permintaan Louis

Aku seorang gadis biasa yang biasanya tak punya teman kini dikejutkan oleh kehadiran dua pria tampan yang telah berhasil mencuri hatiku. Tapi betapa terkejutnya aku saat salah satu dari mereka adalah hantu.
Read
Chapter: Kedapatan
Aku melihat ke luar jendela dan hujan di sore hari ini belum juga berhenti. Aku masih duduk sendiri di kafe ini dengan gelas berisi setengah kopi yang belum habis.
Last Updated: 2020-10-14
Chapter: Kopi
"Su-sudah berapa lama?" tanyaku sambil meremas kedua selempang ranselku."Sudah berapa lama kau jadian dengan Kak Kenzo?" tanyaku menanyai Agnes lebih lanjut."Hmm.. Itu tidak terlalu penting, yang jelas aku sudah terikat dengannya," jawabnya sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang tertaut."Iya, lebih baik mulai besok kau jauhi Kak Kenzo. Kalau kau masih mau dekat-dekat dengannya berarti kau itu.. Sama saja kan dengan wanita tak tahu diri?" Agnes menengok ke arahku. Aku hanya diam karena masih bingung dengan masalah ini. Apakah aku jahat atau Agnes yang jahat, aku menjadi tak tahu pasti. Jika benar Kak Kenzo adalah pacar Agnes, berarti aku sudah melakukan suatu kesalahan karena mendekati pacar orang lain."Tapi.. Katanya kau akan.. Mengajakku berbincang layaknya teman.. Tetapi kenapa kau malah mengata-ngataiku padahal aku tidak tahu apa-apa sebelumnya?!" tanyaku mencoba membela diri."Ya, sekarang kau s
Last Updated: 2020-10-12
Chapter: Kabar Buruk
"A-Agnes?" aku mengernyit saat diboncengkannya ke tempat yang berlawanan arah dari rumahku."Kita mau kemana? Bukankah kau bilang akan mengantarkanku pulang? Aku kan sudah memberitahukan kepadamu tentang lokasi rumahku," kataku mengingatkannya kembali, barang kali dia lupa."Aku ingin mengajakmu ke kafe sebentar," katanya."Ke kafe? Kenapa?" tanyaku agak bingung."Aku ingin berbicara denganmu, layaknya teman," jawabnya. Aku berpikir sejenak tetapi kemudian memilih untuk menuruti perkataannya saja. Akhirnya motor yang dikendarai Agnes menuntun kami ke sebuah kafe di kawasan tempat anak muda menghabiskan waktu sepulang sekolah. Entah itu hanya mengobrol santai sembari menikmati kopi, atau ajang memarkan diri sebagai anak milenial masa kini mungkin.Setelah kami memarkirkan motor Agnes di parkiran, Agnespun berjalan mendahuluiku yang reflek saja aku langsung mengekor di belakangnya karena ingat akan ajakannya
Last Updated: 2020-10-11
Chapter: Permintaan Maaf
"Erika.. " Kak Kenzo mencoba memanggil namaku lagi. Tangannya masih menggenggam erat pergelanganku dan aku masih belum mau menengok kepadanya."Erika.." panggilnya lagi dengan nada memohon."Biarkan aku pergi Kak, aku mau pulang," kataku. Sebenarnya aku tidak berharap benar-benar dilepaskannya, tetapi hanya ingin tahu seberapa besar ia akan mempertahankanku."Erika.. Aku sudah bilang kan jika kau harus pulang bersamaku, dan kau sudah menyetujui itu. Apa kau ingin mengingkari janji?" tanyanya.Aku terdiam, bingung mencari kata-kata yang tepat untuk ini."Bukankah Kak Kenzo akan pulang bersama Agnes?" tanyaku dengan nada kesal. Tapi beberapa saat kemudian aku baru menyadari jika kata-kataku terlalu memperlihatkan kecemburuanku kepada Kak Kenzo yang sedang bersama Agnes. Memalukan sekali."Apa? Mana mungkin- maksudku.. Apakah kau salah paham dengan ini?" tanya Kak Kenzo kebingungan."Terserah Kak
Last Updated: 2020-10-07
Chapter: Kecemasan
"Mana mungkin Nona tega berlaku jahat kepada orang lain, iya kan?" tanyanya dengan pupil mata biru yang seolah-olah bergetar."Iyaa.. Ini salahku.. Memang salahku," jawabku menunduk ke bawah."Tidak mungkin kan, Nona?" tanyanya lagi."Benar.. Aku memang pecundang, aku.. Aku tak pantas untuk siapapun.. Aku tak pantas mendapatkan teman, apalagi pacar.. Aku jelek.. Aku tak-hiks.." akhirnya aku mengulang tangisku untuk yang kedua kali."Nona, kau ini bicara apa?!" Louis menangkup wajahku semakin erat dan sedikit mendongakkannya agar bisa terjangkau oleh pandangannya."Nona..""Hiks.." aku hanya bisa menangis dan menyadari kalau aku hanyalah seorang gadis culun sekaligus pecundang."Nona.. " Louis memelukku lagi dan karena itu bajunya menjadi basah kembali karena air mataku."Apapun yang terjadi aku akan selalu bersama Nona, Nona tak perlu mencemaskan hal-hal yang tak penting unt
Last Updated: 2020-10-07
Chapter: Dibully?
Sampai di kelas akupun berjalan ke bangkuku bersama Kak Kenzo di belakang dengan tatapan aneh dari murid-murid lain yang sudah masuk ke kelas kembali. Tatapan itu datang dari kalangan siswi perempuan yang seolah-olah tak suka melihatku selalu dekat dengan Kak Kenzo. Tetapi aku tak ambil pusing, toh tidak ada gunanya jika aku memikirkan hal tak penting seperti itu."Erika, kau haus?" tanya Kak Kenzo. Aku yang sudah bersiap untuk menerima pembelajaran dari Kak Kenzo hanya bisa mengerjap. Sebenarnya beberapa detik yang lalu kerongkonganku sudah tidak terasa kering, tetapi sekarang berbeda karena Kak Kenzo sudah mau menawariku minum. Tapi masalahnya, dia akan dapat minum itu dari mana? Apakah Kak Kenzo akan ke kantin lagi? Kenapa tidak membeli sedari tadi?"Aa.. Lumayan sih Kak," jawabku."Hmm.. " Kak Kenzo menatap ke sekitar kelas lalu berjalan mendekati bangku siswa lain. Aku hanya diam sambil mengamati apa yang akan dilakukannya kali
Last Updated: 2020-10-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status